Beliau juga menginisiasi pembangunan kawasan industri Buluminung melalui kerja sama Indonesia-Rusia, serta mempercepat pembangunan pelabuhan multi-kargo yang akan mendukung distribusi barang dan meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.
Pengembangan techno park dan pembangunan rel kereta api juga menjadi bagian dari upaya untuk memodernisasi infrastruktur ekonomi Kaltim.
Sektor pertanian tidak luput dari perhatian Awang Faroek. Ia berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pembangunan berbagai bendungan, seperti Bendungan Teritip di Balikpapan, Bendungan Talake di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser, serta Bendungan Marang Kayu di Kutai Kartanegara.
Pembangunan irigasi Lambakan di Kabupaten Paser juga dilakukan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan hasil panen petani di Kaltim.
Infrastruktur publik juga mendapat perhatian besar dari Awang Faroek Ishak. Salah satu pencapaian besar di sektor ini adalah pengembangan RSUD AW Sjahranie menjadi rumah sakit rujukan nasional tipe A pertama di luar Jawa.
Hal ini memastikan bahwa masyarakat Kaltim dapat mengakses pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus ke luar daerah. Selain itu, Awang Faroek juga mengembangkan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Kaltim, serta membangun kantor Bank Kaltim di 120 kecamatan untuk mempermudah layanan perbankan bagi masyarakat.
Keseluruhan proyek infrastruktur yang dicanangkan dan direalisasikan oleh Awang Faroek Ishak menunjukkan visi beliau untuk membangun Kaltim sebagai provinsi yang maju dan berdaya saing.
Infrastruktur yang dibangun tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengabdian beliau dalam membangun Kaltim akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari warisan besar bagi generasi mendatang. ***