Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bocah Diduga Diterkam Buaya di Sangatta Ditemukan Tewas, Ini Data Serangan Buaya Dalam Satu Bulan Terakhir di Kaltim

Faroq Zamzami • Senin, 28 April 2025 - 17:14 WIB
SERANGAN BUAYA: Proses evakuasi jenazah korban yang diduga diterkam buaya oleh tim gabungan dari BPBD Kutim, Minggu, 27 April 2025.
SERANGAN BUAYA: Proses evakuasi jenazah korban yang diduga diterkam buaya oleh tim gabungan dari BPBD Kutim, Minggu, 27 April 2025.

PROKAL.CO, SANGATTA – F, bocah 10 tahun, yang sebelumnya dilaporkan hilang, diduga diterkam buaya saat berenang di sungai di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sekira pukul 16.00 Wita, Sabtu (26/4/2025), ditemukan tewas pada Minggu (27/4/2025), sekitar pukul 16.30 Wita.

Informasi yang dihimpun media ini, pada Sabtu (26/4/2025) sore itu, bocah kelas empat SD itu bersama enam temannya berenang di Sungai Sangatta, di Kampung Kajang, RT 34, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan.

Sebelum berenang, salah satu saksi, sempat melihat seekor buaya di seberang sungai. Namun, mereka tetap melanjutkan aktivitas tersebut.

Ketika korban melompat dari pohon beringin di tepi sungai untuk kedua kalinya, dia disambar buaya dan menghilang di dalam air.

Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim bersama warga setempat langsung melakukan pencarian.

Pada Sabtu (26/4/2025) malam, sekira pukul 22.00 Wita, seekor buaya dengan panjang sekitar lima meter berhasil ditangkap satu kilometer dari lokasi kejadian.

Buaya tersebut kemudian dibawa ke Dinas Pemadam Kebakaran Kutim untuk dibelah perutnya pada Minggu (27/4/2025) pagi. Namun, hasilnya tidak ada jasad korban di dalam tubuh buaya tersebut.

Kepala BPBD Kutim Idris Syam, melaporkan korban akhirnya ditemukan secara terpisah pada Minggu sore dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Kajang, RT 34, untuk proses pemakaman.

“Kami (BPBD Kutim) mengimbau, masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi serangan satwa liar, mengingat wilayah Kutim merupakan habitat alami buaya," ujar Idris Syam.

Sebelum insiden terkaman buaya di Sangatta Selatan itu, serangan buaya sudah terjadi beberapa kali dalam bulan April 2025 ini di Kaltim. Berikut datanya.

 

KABUPATEN PASER

1 April 2025, seorang remaja berusia 13 tahun, warga Desa Pulau Rantau, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, tewas diduga diterkam buaya.

Jasad korban baru ditemukan tiga hari setelah hilang, yaitu pada Kamis, 3 April 2025.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Ruslan menyampaikan, dari laporan timnya di lapangan, kejadian bermula saat korban bersama kakaknya atau saksi sedang mengeringkan genangan air di perahu yang berada di pinggir sungai di belakang rumah mereka.

Mereka berdua menguras air dalam posisi perahu tenggelam bagian belakang, serta saling membelakangi saat menguras.

Selesai menguras, kakak korban naik duluan ke jembatan.

"Setelah naik ke jembatan, saksi mendengar suara jatuh, kemudian menoleh ke belakang dan korban sudah tidak ada di perahu," kata Ruslan.

Dugaan kuat korban diterkam buaya hingga tenggelam. Sebab, saat ditemukan pada Kamis, April, pukul 06.00 Wita, korban sudah tidak bernyawa.

Kondisi tubuh korban ada bekas luka gigitan binatang buas di bagian kepala, di bawah hidung, dagu, punggung, dan lainnya.

Baca Juga: Intan Vicky Maharani, Perempuan Masa Kini di Tengah Kebun Sawit Grup Astra Agro 

8 April 2025, seorang warga Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, dilaporkan hilang dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya.

Sebelum dilaporkan menghilang, korban sedang menjala udang di Sungai Lonu, wilayah Desa Tebru, Paser Damai.

Korban diketahui berusia 54 tahun, seorang karyawan sebuah perusahaan di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian korban oleh tim gabungan dimulai pada Rabu (9/4/2025) pagi. Setelah empat hari, pencarian korban secara resmi dihentikan pada Kamis (11/4/2025) pukul 12.30 Wita. Keputusan ini diambil berdasarkan permintaan keluarga korban serta pihak manajemen perusahaan tempat korban bekerja. Saat itu korban belum ditemukan.

Baca Juga: Semakin Ganas, Buaya Kembali Terkam Bocah di Sangatta, Sudah Segini Serangan Buaya Tahun Ini di Kaltim

KABUPATEN BERAU

2 April 2025, pukul 07.00 Wita, seorang bocah diduga diterkam buaya di perairan Sungai Maya, Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kaltim.

Korban berusia 10 tahun, bersama saudaranya berusia 9 tahun, sebelum kejadian berenang di belakang pondok yang berada di area tambak ikan.

Kemudian pada pukul 07.30 Wita, saksi yang juga paman korban melihat seekor buaya mendekat ke arah korban berenang.

Saksi sempat berteriak agar korban naik namun korban belum sempat untuk naik ke daratan korban diterkam dan diseret buaya lalu menghilang.

Hingga hari kelima pencarian pada Minggu (6/4/2025), di Sungai Maya, Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim, belum membuahkan hasil.

KABUPATEN KUTIM

8 April 2025, seorang bocah berusia 8 tahun tewas diterkam buaya di Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim.

Dari informasi yang dihimpun, korban sebelum kejadian ingin mengambil bola di pinggir kanal. Saat di pinggir kanal hendak mengambil bola, kaki korban diterkam buaya.

Kakak korban yang melihat hal itu sempat berupaya menolong dengan menarik tangan korban. Namun lantaran tidak kuat, korban pun kemudian ditarik buaya ke dalam air.

Kakak korban lantas berteriak meminta pertolongan. Beberapa warga yang berada di lokasi langsung melakukan pencarian terhadap korban.

Korban ditemukan di kanal sekitar pukul 19.22 Wita pada hari yang sama, dengan kondisi meninggal dunia. (*)

Editor : Faroq Zamzami
#sangatta #kutim #serangan buaya #buaya sangatta