Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) berkunjung ke kediaman Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, Minggu (4/5). Gubernur Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyambut hangat Harum di kediamannya di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang. Pertemuan itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
“Pertama terima kasih banyak ya Kang Dedi. Kami datang silaturahmi. Silaturahmi ini sekaligus juga terima kasih kepada KDM sudah memberikan klarifikasi,” buka Harum. Kalimat pembuka Harum itu spontan dijawab KDM. Menurutnya, tidak ada hal negatif dari apa yang disampaikan Rudy Mas’ud saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR di DPR pekan lalu.
“Bapak itu (Gubernur Rudy Mas’ud) muji saya sebenarnya,” ucap KDM, sambil memegang dan menepuk tangan Rudy. Harum menjelaskan secara pribadi sebagai kepala daerah, dia mengaku mendapat banyak inspirasi dari KDM saat retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari lalu.
KDM, kata Harum, memberi banyak pelajaran bagaimana menata keuangan daerah dan mengelola APBD. “Kang Dedi ini basic-nya kepala daerah. Dulu pernah jadi bupati ya Kang. Saya diberi masukan, bagaimana efisiensi anggaran,” sambung Harum.
Saat kunjungan itu, Harum juga menawarkan potensi kerja sama antara Kaltim dan Jawa Barat. Potensi besar yang diakui Harum sangat berhasil di Jawa Barat adalah pengembangan pangan. Sektor-sektor yang menarik perhatian Harum selain luas lahan persawahan adalah perikanan dan pariwisata.
Menurut, Kaltim memiliki banyak kesamaan potensi dengan Jawa Barat. Namun masih perlu lebih banyak belajar agar lebih baik dan sukses. “Jadi, konten-konten Kang Dedi itu banyak memberikan inspirasi buat kami semua para kepala daerah di Indonesia. Bagaimana bisa mengelola sumber-sumber daya alam ini menjadi penerimaan daerah,” puji Harum.
Kepada KDM, Harum menjelaskan, luas Kaltim kurang lebih luasnya dengan Pulau Jawa. Sementara penduduknya hanya sekitar 4 juta jiwa. Sangat jauh jumlahnya dengan penduduk Jawa Barat yang jumlahnya bahkan mencapai 50 juta jiwa.
Salah satu kabupaten di Kaltim misalnya, Kutai Timur. Luasnya 36.000 meter persegi. Kurang lebih dengan Jawa Barat. Sementara penduduk Kutim hanya sekitar 400 ribu jiwa.
Diakuinya, rapor pertanian Kaltim hingga saat ini masih belum cukup bagus. Sebab itu, Kementerian Pertanian akan mendorong pengembangan pertanian di Benua Etam dengan rencana luas areal lumbung pangan 18 ribu hektare dan 25 ribu hektare.
Merespons tawaran kerja sama tersebut, KDM menyambut sangat baik. Ia berencana akan melakukan kunjungan balasan ke Kaltim sekitar Juni mendatang. “Kami akan lakukan kunjungan balasan ke Kaltim sekitar Juni bersama rektor ITB (Institut Teknologi Bandung) dan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk kerja sama pendidikan, pertanian, perkebunan, dan lain-lain,” kata KDM. (sul/ky/adv/rd)
Editor : Indra Zakaria