Terminal Angkutan Barang akan Dibangun di KM 13, Pemkot Balikpapan Siapkan Lahan 11,7 Hektare
Wawan• 2025-06-12 12:52:14
Photo
BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan tengah mematangkan rencana strategis pembangunan Terminal Angkutan Barang di kawasan Jalan Soekarno Hatta Kilometer 13, Balikpapan Utara. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan bahwa terminal ini nantinya sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengurangi kemacetan dan menertibkan kendaraan besar yang kerap parkir sembarangan di jalur utama kota. "Ini akan menjadi menjadi fasilitas logistik darat pertama yang dirancang secara terintegrasi di Balikpapan," ujar Fadli, saat ditemui media PROKAL.co di Kantor Dishub Balikpapan, Kamis (5/6) siang.
Ia mengatakan, lahan yang akan digunakan merupakan aset milik Pemkot. Sehingga dari sisi legalitas sudah tidak ada kendala. Pembangunan terminal ini direncanakan menggunakan skema kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota. Menurut Fadli, saat ini pihaknya sedang dalam tahap pengusulan anggaran, dengan target pelaksanaan fisik dimulai pada tahun 2026.
“Kami tengah menyelesaikan tahap finalisasi dokumen penganggaran agar bisa segera diajukan dalam forum pembahasan lintas sektor. Jika semua berjalan lancar, pembangunan bisa dimulai tahun depan,” sebutnya.
Terminal angkutan barang ini tidak hanya akan menjadi tempat parkir terpusat bagi truk dan kendaraan logistik saja. Tetapi juga dirancang sebagai simpul distribusi dengan fasilitas bongkar muat, sistem manajemen logistik, serta dukungan layanan penunjang lainnya.
“Fungsi terminal ini lebih dari sekadar tempat parkir. Kita ingin menciptakan ekosistem logistik yang efisien dan mendorong pergerakan barang antarkawasan dengan lebih tertib dan terkontrol,” tutur Fadli.
Pemerintah kota, lanjut Fadli, berharap, kehadiran terminal ini akan membawa dampak ganda, yakni mengurangi tekanan lalu lintas di kawasan padat seperti Jalan MT Haryono dan Ahmad Yani, sekaligus membuka potensi ekonomi baru di sektor transportasi dan logistik.
Berdasarkan master plan yang telah disusun, terminal akan dibangun di atas lahan seluas 11,7 hektare, dengan estimasi anggaran awal mencapai Rp 30 miliar. Desain awal telah memperhitungkan pertumbuhan volume logistik serta potensi kerja sama dengan pelaku usaha transportasi dan pergudangan.
“Kami melihat ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi. Terminal ini bisa menjadi pusat aktivitas logistik yang mendorong investasi baru, terutama di wilayah Balikpapan Utara,” ujar Fadli.