Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Konflik Pemanduan Alur Sungai Mahakam: Mau Disogok Dua Kali Kades Muara Muntai Menolak, Lalu Difitnah Terima Rp40 Juta

Redaksi • Minggu, 15 Juni 2025 - 19:15 WIB
Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, mengaku menolak dua kali tawaran suap dari kelompok pemanduan ilegal. Ia membantah isu bahwa dirinya meminta Rp40 juta.
Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, mengaku menolak dua kali tawaran suap dari kelompok pemanduan ilegal. Ia membantah isu bahwa dirinya meminta Rp40 juta.

 

MUARA MUNTAI- Sebelum kericuhan pecah di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu, Kepala Desa (Kades) Arifadin Nur mengaku telah lebih dulu mendapat bujukan berupa suap dari kelompok pengelola pemanduan ilegal.

Arifadin menyebut, salah satu orang suruhan dari kelompok tersebut datang menemuinya dan menawarkan sejumlah uang. Tawaran tersebut langsung ia tolak. Namun penolakan itu justru berbuntut isu miring yang menyebut dirinya menolak karena meminta jatah lebih besar.

“Orang suruhan pengelola bernama M datang ke kantor desa membawa amplop berisi uang Rp15 juta. Saya tolak, dan saya minta uang itu dibawa kembali,” ungkap Arifadin. Menurut pengakuannya, M menyampaikan bahwa uang tersebut merupakan jatah khusus untuk kades. “Sedangkan untuk Bumdes, itu lain lagi,” tegas Arifadin mengulang ucapan M saat itu.

Penolakan pertama rupanya belum membuat kelompok tersebut berhenti. Mereka kembali menghubungi Arifadin melalui sambungan telepon dan menawarkan uang sebesar Rp25 juta. Namun lagi-lagi tawaran itu ditolak mentah-mentah.
“Tapi saya tetap tolak. Bahkan saya marahi,” ujarnya.

Dua kali penolakan itu, menurut Arifadin, diduga menjadi pemicu munculnya isu yang menyudutkannya. Kelompok tersebut dituding sengaja menyebarkan kabar bahwa Arifadin meminta jatah hingga Rp40 juta untuk menyudutkan dan menjatuhkan kepercayaan warga terhadapnya. “Dua kali saya tolak, lalu muncul isu bahwa saya minta Rp40 juta. Itu fitnah,” tandas Arifadin. 

Sebelumnya diberitakan beredar video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan detik-detik penyerangan kelompok preman terhadap Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, dan Direktur Bumdes, Kasdi Iskandar, telah viral di media sosial. Namun, hingga hari ketiga pascakejadian, belum satu pun pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian.

Penyerangan itu terjadi pada Minggu (8/6/2025) lalu di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Muara Muntai, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan konflik pengelolaan jasa pemanduan di alur Sungai Mahakam yang kini menjadi sorotan. (oke/beb)

 

Editor : Indra Zakaria