BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kemenkop UKM Bangun Ekosistem Digital Inklusif untuk Pekerja Rentan
Wawan• Rabu, 18 Juni 2025 - 02:10 WIB
Photo
PROKAL.co, JAKARTA — BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal dan rentan melalui dukungan terhadap inisiatif rekrutmen mitra digital yang diinisiasi Grab Indonesia bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI. Program bertajuk “Rekrutmen Mitra Digital: Menjadi Pengusaha UMKM Bersama Grab!” ini berlangsung di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, pada Selasa (17/6/2025), dan menyedot antusiasme ribuan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan mengambil peran strategis untuk menjamin para mitra yang tergabung sebagai pengemudi maupun merchant digital agar terlindungi dari berbagai risiko kerja, melalui kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menjelaskan bahwa pergeseran dunia kerja ke arah digital membawa peluang besar, namun juga menghadirkan risiko baru yang perlu diantisipasi.
“Pekerja informal di sektor digital seperti mitra Grab menghadapi risiko nyata—dari kecelakaan kerja hingga ketidakpastian di hari tua. Kolaborasi ini menjadi penting karena memberikan akses langsung pada perlindungan JKK, JKM, dan JHT. Bahkan, Grab memberikan iuran gratis selama satu bulan bagi mitra baru,” ujar Pramudya.
Hingga Mei 2025, lebih dari belasan ribu mitra Grab telah tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Sejumlah manfaat telah disalurkan, termasuk klaim JKK senilai Rp489 juta untuk 34 kasus, serta Rp588 juta untuk 14 kasus JKM, membuktikan pentingnya perlindungan ini. Salah satu kisah datang dari mitra pengemudi di Jabodetabek yang mengalami kecelakaan dan seluruh biaya pengobatannya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan, tanpa batasan plafon.
“Kami ingin agar para mitra dapat bekerja dengan tenang dan tanpa rasa cemas. Ini adalah bukti nyata bahwa jaminan sosial adalah fondasi penting dalam menciptakan masa depan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Erfan Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, turut memberikan dukungan terhadap langkah kolaboratif ini. Menurutnya, di wilayah Kalimantan, kerja sama serupa juga sedang diperkuat dengan berbagai platform digital guna menjangkau lebih banyak pekerja yang selama ini belum terlindungi.
“Kolaborasi ini tidak hanya mendorong tumbuhnya UMKM berbasis digital, tetapi juga memastikan setiap pelaku usaha mikro mendapatkan hak atas jaminan sosial,” ujarnya.
Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdurrahman, menyoroti peran penting digitalisasi dalam membawa UMKM menembus batas pasar tradisional. Ia menegaskan bahwa program seperti ini bukan hanya tentang lapangan kerja, tetapi tentang membuka masa depan.
“Platform seperti Grab menghadirkan solusi konkret. Di tengah kondisi sulit, masyarakat tak hanya butuh bantuan, tapi juga peluang. Inilah momentum yang bisa mengubah nasib ribuan orang,” ucap Maman.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebutkan bahwa acara ini berhasil menarik hampir 2.000 calon mitra dari berbagai layanan seperti GrabBike, GrabCar, GrabFood, hingga GrabKios. Ia menekankan bahwa lebih dari 50% mitra pengemudi saat ini adalah korban PHK atau kehilangan pendapatan akibat situasi ekonomi.
“Hari ini mereka kembali punya kendali atas hidupnya. Acara ini bukan sekadar perekrutan, melainkan titik awal hadirnya harapan baru,” tutup Neneng.
Dalam kegiatan tersebut, tersedia pula fasilitas pendaftaran langsung BPJS Ketenagakerjaan, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta solusi pembiayaan kendaraan melalui PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), menjadikan acara ini sebagai paket lengkap pembentukan ekosistem digital inklusif dengan jaminan perlindungan sosial.