Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

HUT Ke-243 Tenggarong, Pemkab Kukar Terus Dorong Identitas Kota Budaya

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 30 September 2025 - 04:29 WIB
Rapat paripurna HUT ke-243 Kecamatan Tenggarong di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar (Elmo/Prokal.co)
Rapat paripurna HUT ke-243 Kecamatan Tenggarong di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sudah berumur dua abad lebih, Kecamatan Tenggarong resmi menyentuh umur 243 di tahun 2025 ini. Sebagai pusat peradaban dan pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). HUT ke-243 Tenggarong yang jatuh pada tanggal 28 September kemarin diperingati dengan ziarah ke makam sultan, serta rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Senin (29/9).

Pada peringatan HUT ke-243 ini, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan pentingnya peran Tenggarong di Kukar. Yakni sebagai sebuah etalase, bahwa Kukar adalah Kota Raja yang menyimpan banyak warisan budaya. Aulia pun harap masyarakat Kukar dapat ikut melestarikan identitas ini, menjunjung tinggi adab dan budaya yang ada di Kota Raja.

“Dengan nilai historikal ini kami harap Tenggarong ini tetap kental nilai budaya dan menjadi kota modern yang memerhatikan adat istiadat di Kukar,” tuturnya.

Lanjut Aulia, pembangunan Tenggarong terus diprioritaskan. Dalam waktu dekat ini, bangunan baru Pasar Tangga Arung dengan konsep semi modern akan segera diresmikan. Pasar ini terbesar di Kukar, bahkan Aulia akui terbesar se-Kaltim di tingkat kabupaten. Mengakomodir ratusan pedagang, dan didorong menjadi pusat perbelanjaan di Tenggarong.

Selain itu, ada Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kukar yang masih dalam tahap pembangunan di kawasan Puja Sera Tenggarong. Aulia mendorong gedung ini menjadi pusat kreativitas. Sama halnya dengan budaya dan adat istiadat, sehingga menjadi temapt Latihan seni tari dan lainnya. Di sisi lain juga menghidupkan sanggar tari kesultanan, sehingga identitas Tenggarong sebagai Kota Budaya dan Wisata terus eksis di masyarakat.

“Kami optimis bisa menjaga nila budaya di Tenggarong da membawa kebaikan bagi masyarakat Kukar,” tutup Aulia. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria