Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bayi Orangutan Ditemukan di Kebun Sawit Kutim, Kini Jalani Rehabilitasi di Long Sam

Muhamad Yamin • 2026-01-25 18:21:33
Bayi orangutan yang diberi nama Jack.
Bayi orangutan yang diberi nama Jack.

PROKAL.CO, KUTAI TIMUR – Seekor bayi orangutan jantan bernama Jack ditemukan warga di area kebun kelapa sawit di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Satwa dilindungi tersebut kini menjalani perawatan dan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam.

Jack ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan pada akhir November 2025. Selama tiga hari, bayi orangutan itu sempat dirawat oleh keluarga warga sebelum akhirnya dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Founder dan Direktur Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto, menjelaskan bahwa laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh BKSDA Kaltim hingga dilakukan penyelamatan.

“Jack ditemukan oleh warga di salah satu perkebunan. Setelah tiga hari dirawat, pihak yang menemukan melaporkan ke BKSDA Kalimantan Timur untuk dilakukan penyelamatan. Selanjutnya Jack diserahkan kepada CAN untuk menjalani perawatan,” kata Paulinus saat diwawancarai, Minggu 25 Januari 2026.

Saat pertama kali tiba di pusat perawatan, kondisi Jack dinilai cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan pemeriksaan awal, Jack mengalami demam, stres, dehidrasi ringan, serta memiliki sejumlah luka lecet di telapak tangan dan kaki yang diduga akibat duri kelapa sawit. Bahkan, pada telapak kaki kiri ditemukan duri yang menyebabkan luka bernanah.

"Tubuhnya sangat kurus atau BCS 1, usianya diperkirakan belum genap satu tahun. Saat datang, Jack demam dan terlihat sangat stres,” jelas Paulinus.

Namun setelah menjalani perawatan intensif oleh tim medis, kondisi Jack menunjukkan perkembangan signifikan. Demamnya mulai menurun, nafsu makan buah dan konsumsi susu terpantau stabil, serta hasil pemeriksaan feses tidak menunjukkan adanya infeksi parasit.

“Luka-luka akibat duri sudah mulai sembuh. Pemeriksaan darah juga menunjukkan tidak ada kelainan. Sekarang Jack sudah bisa dibawa ke playground untuk bermain,” ungkapnya.

Dalam proses rehabilitasi, Jack mulai dikenalkan berinteraksi dengan dua orangutan lainnya bernama Hannes dan Lukas. Meski masih cenderung menyendiri, perilaku tersebut dinilai wajar untuk orangutan seusianya.

“Bagi keeper, ini justru pertanda baik. Jack mulai beradaptasi dan tidak lagi takut dengan manusia,” tambah Paulinus.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menegaskan bahwa penyelamatan Jack merupakan bagian dari upaya negara melindungi satwa liar yang dilindungi.

“Jack adalah salah satu orangutan yang kita ambil dari masyarakat dan ditempatkan di Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam. Kami menerima informasi dari warga dan langsung menindaklanjuti,” ujar Ari.

Ia berharap, setelah menjalani proses rehabilitasi, Jack dapat kembali hidup liar di habitat alaminya.

“Harapan kami ke depan, orangutan ini sehat secara fisik dan mental, serta memiliki kemampuan liar yang baik. Nantinya akan kami upayakan untuk dilepasliarkan di lokasi pelepasliaran yang terpantau,” tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria