PARTAI Gerindra menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam. Ketua DPD Partai Gerindra Kaltara, Ibnu Saud mengaku Gerindra telah kehilangan kader terbaik. Almarhum bukan kader biasa, ia adalah pendiri Gerindra, khususnya di Kabupaten Nunukan.
“Jadi kalau di dalam istilah muslim itu, beliau adalah pemeluk Islam pertama atau al-sabiqun al-awwalun-nya Partai Gerindra di Kaltara khususnya di Nunukan,” ujar Ibnu Saud kepada Radar Tarakan, Senin (3/8).
Almarhum adalah orang yang sudah tidak perlu diragukan lagi jasa-jasanya. Almarhum dikenal orang yang peduli di sektor perkebunan terutama di sektor kelapa sawit di Pulau Sebatik khususnya. Bahkan, almarhum juga pelaku ekonomi sektor riil. “Artinya, sangat membantulah negara ini untuk mengurangi pengangguran. Ia sering melibatkan banyak orang untuk bekerja. Itu sudah sangat membanggakan bagi Partai Gerindra,” tambah Ibnu.
Di sisi kepribadian, almarhum dikenal orang yang sangat sederhana dan tidak pernah kelihatan glamor. Dalam bidang politik, almarhum adalah orang yang sangat taat kepada organisasi. Bahkan jika dirinya diperintahkan sesuatu hal, meski hal yang tidak disukainya sekalipun, tetap akan dijalankan dengan lapang dada.
Almarhum telah menjadi tauladan bagi seluruh kader Partai Gerindra. “Pokoknya kalau terkait organisasi, meski almarhum tidak suka dengan perintah itu, kalau sudah urusan organisasi, tetap beliau jalankan. Artinya jiwanya adalah jiwa yang besar, mudah-mudahan dengan jiwanya yang besar akan menjadi jiwa yang tenang di sana,” harap Ibnu mendoakan.
Ditanya soal penyebab pasti tutup usia almarhum, Ibnu sendiri tak bisa menyampaikan banyak. Dirinya bahkan tidak tahu persis bagaimana kronologis kepergian almarhum. Namun memang diakui Ibnu, selama beberapa tahun terakhir, almarhum punya kendala kesehatan dan sudah berupaya berikhtiar untuk pengobatan bahkan sampai ke luar negeri seperti ke India.
Sekira pukul 07.00 WITA, Senin kamarin, bahkan Ibnu masih berkomunikasi dengan almarhum melalui pesan WhatsApp membahas soal perencanaan kerja ke depannya. Seperti apakah harus didahulukan kegiatan reses atau sekadar soal kunjungan kerja. “Ya, tidak ada tanda-tanda, kalau orang sakit tidak mungkin masih membahas kegiatan DPRD untuk membantu jalan keluar masyarakat di pandemi Covid-19 ini,” tutup Ibnu.
Dalam suasana duka, Wakil Ketua I DPRD Kaltara, Andi Hamzah melayat ke kediaman almarhum di Sebatik. “Saya mewakili jajaran DPRD Kaltara mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Bapak Andi Kasim. Semoga almarhum mendapat tempat yang baik di sisi-Nya," ujar Andi Hamzah, Senin (3/8).
Andi Hamzah mengatakan, kepergian salah seorang politisi Partai Gerindra tersebut, membuat DPRD dan jajaran di internal Partai Gerindra merasa sangat kehilangan. “Jenazah disemayamkan di rumah duka di Sebatik (Nunukan). Saya juga sudah melayat ke rumah duka,” tambah Andi Hamzah seraya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan, serta keikhlasan. (***/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan