Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pernah Dijuluki Mal Tersepi di Dunia, Begini Sekarang Kondisi GTM di Tarakan

izak-Indra Zakaria • 2022-12-31 10:23:44
BUKA HIBURAN BIOSKOP: GTM sebagai satu-satunya mal di Kaltara diharapkan bisa menjadi magnet perekonomian. FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN
BUKA HIBURAN BIOSKOP: GTM sebagai satu-satunya mal di Kaltara diharapkan bisa menjadi magnet perekonomian. FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

Julukan mal tersepi di dunia perlahan ditanggalkan Grand Tarakan Mall (GTM). Sejak operasional 22 Desember 2022 lalu, Cinema XXI mencatat adanya pengunjung hingga 2.000-an orang setiap harinya.

Pengelola GTM, Toni mengatakan bahwa di hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini angka pengunjung di GTM mencapai 2.000-an orang. “Film Avatar saja sudah capai 1.000 orang. Itu ada tujuh kali penayangan untuk dua studio,” ujarnya, Jumat (30/12).

Jika dikalkulasikan, sebanyak 7 kali penayangan dikali 128 kursi akan mencapai jumlah 1.000 orang. Belum lagi tambahan dua studio dengan penayangan total masing-masing 4 kali show dengan kapasitas 119 seat yang dijumlahkan akan mencapai 1.500 pengunjung. 

Film Avatar paling banyak ditonton setiap harinya. Sebab itu menurutnya hadirnya Cinema XXI ini akan menjadi pemantik bagi investor lain untuk dapat menggairahkan GTM kembali, sehingga status GTM kini tak lagi disebut mal tersepi di dunia. “Sekarang insyaallah GTM bukan lagi mati suri seperti dulu ya? Sekarang mal ini insyaallah menjadi ramai khususnya di Kaltara,” ujarnya.

Menyoal retribusi parkir dikatakan Toni juga penuh dan melebihi dari target 1.000 karcis. Pada parkir kendaraan bermotor dikenakan tarif Rp 2 ribu, sedang mobil dikenakan tarif Rp 3 ribu. “Ini sudah diberlakukan per Kamis malam kemarin (29/12)  pukul 18.00 WITA. Diresmikan siang masih free, sore sudah berlaku,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat Tarakan terhadap kondisi bangunan GTM, diklaim Toni memenuhi standar. “Kami sudah mendatangkan dua orang arsitek dan ahlinya mengecek kondisi bangunan dari teknik sipil, saya suruh cek semua dan hasilnya dinyatakan masih layak. Karena ini bangunan kalau mau dihitung mulai 2004. Kami sudah mendatangkan dan minta pertimbangan mengecek seluruh balokan yang ada. Saya rasa, untuk dari sisi konstruksi bangunan insyaallah kuat,” ujarnya.

Untuk diketahui GTM memiliki enam tingkat jika dihitung dari lantai basemen dan ditambah satu gedung untuk hotel total ada tujuh tingkatan. Namun khusus hotel belum terisi dan dioperasikan karena saat ini masih dalam proses pembenahan di lantai bawah. (shy/lim)

Editor : izak-Indra Zakaria