TARAKAN – Setelah ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),DR Teguh Setyabudi MPd akhirnya tiba di Bumi Benuanta pada Sabtu (26/9).
Pria yang juga menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tiba di bandara Juwata Tarakan sekira pukul 11.00 Wita.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Suriansyah bersama Wali Kota Tarakan Khairul dan sejumlah pejabat lainnya, menyambut kedatangan Teguh Setyabudi.
Kepada awak media, Teguh Setyabudi membeberkan tugas yang akan dilaksanakannya. Terutama tugas yang dipesankan oleh Menteri Dalam Negeri, yakni mengawasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kaltara agar terlaksana dengan aman dan lancar.
“Tentu saja tugasnya sebagaimana yang sudah diatur dan kemarin juga menjadi catatan dari bapak menteri, adalah bagaimana mengawal pelaksanaan pilkada di provinsi Kalimantan Utara. Baik itu untuk pilgubnya, maupun juga pilbup yang ada empat kabupaten. Kenapa? Agar pilkada serentak di Kalimantan Utara bisa berlangsung dengan aman, dengan lancar, dengan sukses, dan juga bisa menghasilkan kepala daerah yang berkualitas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Teguh Setyabudi setibanya di Bandara Juwata.
Dikatakannya, karena Pilkada Serentak 2020 berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya, yakni dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19, sehingga ia mengharapkan pilkada serentak bisa menjadi cara untuk pencegahan Covid-19 secara masif.
“Jangan sampai pilkada justru akan menjadi klaster pandemi Covid-19. Oleh karena itulah, justru kita harapkan pilkada ini akan menjadi momen, media, yang untuk pencegahan secara masif Covid-19 ini,” ujarnya.
Oleh karena itu Teguh Setyabudi mengajak semua pihak, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta semua pihak termasuk masyarakat, untuk menerapkan protokol kesehatan agar pilkada di Kaltara aman, lancar, sukses, bisa menghasilkan kepala daerah yang berkualitas dan aman dari Covid-19.
Di luar tugas utama itu, ia akan melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan. Di mana selama 71 hari, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara mengambil cuti kampanye. Namun, Teguh Setyabudi membutuhkan dukungan semua pihak.
“Tentu saja saya sebagai Penjabat Sementara Gubernur Kalimantan Utara tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari semua pihak, dari seluruh perangkat pemerintah, baik itu tingkat provinsi, kota, maupun juga dari Forkopimda,” katanya.
“Termasuk juga tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Anda semuanya dari media massa. Itu kita harapkan, mari kita bahu-membahu melaksanakan, mengawal pilkada ini dengan sebaik-baiknya, kemudian proses pemerintahan tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Hal yang tidak kalah pentingnya, lanjut Teguh Setyabudi, adalah menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pilkada.
“Itu akan jadi perhatian saya juga. Mari betul-betul kita tegakkan, kita itu netral, jangan memihak salah satu pasangan politik, itu nanti saya akan dengungkan, bukan hanya untuk di provinsi tapi untuk di kabupaten juga,” tegas pria yang pernah menjadi Pjs Gubernur Sulawesi Tenggara.
Disinggung kemungkinan adanya sanksi bagi ASN yang tidak netral, Teguh Setyabudi memastikannya. Namun sesuai ketentuan. Ada tahapan-tahapannya.
Sementara itu, Sekrprov Kaltara Suriansyah membeberkan, Pjs Gubernur Kaltara nantinya tidak menggunakan fasilitas rumah jabatan Gubernur Kaltara. “Untuk fasilitas beliau memang sudah ada petunjuk dari Mendagri bahwa pak Pjs ini tidak menempati rumah jabatan. Jadi sementara ini beliau masih di hotel, kita sesuaikan dengan standarisasi yang ada di Tanjung Selor,” ujar Suriansyah ditemui awak media.
Menurutnya, Pjs Gubernur Kaltara akan tinggal di hotel selama 71 hari. Tetapi dalam perjalanan pihaknya juga akan melihat, kalau memang ada fasilitas rumah penduduk yang memungkinkan untuk disewa, pihaknya akan mempelajari.
Suriansyah menegaskan gubernur dan wakil gubernur Kaltara yang sedang cuti kampanye, tidak boleh memakai fasilitas negara. “Karena cutinya di luar tanggungan negara. Yang jelas fasilitas jabatan seperti rumah dinas kendaraan dinas, itu tidak bisa digunakan,” jelasnya.
Sosok yang Energik dan Pribadi yang Low Profile
Diketahui sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi menunjuk empat pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan, sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur di empat provinsi yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020. Yaitu provinsi Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Jambi, dan Kalimantan Utara. Penunjukan ini, akan menggantikan gubernur definitif yang cuti selama masa kampanye pada 26 September-5 Desember 2020. Sesuai dengan aturan bahwa pejabat-pejabat yang ikut kontestasi, otomatis perlu digantikan karena harus melaksanakan cuti kampanye untuk menjaga netralitas.
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 121.65-2914 Tahun 2020 tentang Penunjukan Pjs Kaltara, telah ditugaskan DR Teguh Setyabudi MPd sebagai Pjs Gubernur Kaltara, terhitung sejak dikukuhkan pada Jumat (25/9) lalu.
Teguh Setyabudi yang merupakan alumni S-1 di bidang Ilmu Pemerintahan UGM tahun 1991 dan S-2 di bidang Teknologi Pendidikan IKIP Negeri Jakarta (Universitas Negeri Jakarta) tahun 1997, merupakan pejabat eselon I di Kemendagri yang menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri sejak Tahun 2016. Teguh ditunjuk menggantikan sementara Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang harus cuti kampanye di luar tanggungan negara. Irianto Lambrie dan juga wakilnya Udin Hianggio, kembali maju sebagai calon gubernur pada Pemilihan Serentak Tahun 2020.
Penugasannya sebagai Pjs Gubernur Kaltara, merupakan amanah yang kedua kalinya untuk memimpin pemerintahan di tingkat provinsi pada masa pilkada. Sebelumnya, peraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (S3) di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2020 dengan predikat cum-laude, menjadi Pjs Gubernur Sulawesi Tenggara pada tahun 2018 selama kurang lebih tujuh bulan. Oleh karena itu diharapkan dengan pengalamannya di birokrasi pemerintahan yang sudah 27 tahun, ditambah pengalamannya menjadi Pjs Gubernur di Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi diyakini akan sukses dalam mengemban tugas sebagai Pjs Gubernur Kalimantan Utara.
Teguh Seyabudi yang dilahirkan di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, 53 tahun yang lalu, merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara dari pasangan Drs H Kardoyo (almarhum) dan Hj Sulastri (almarhumah). Beliau mulai meniti karier sebagai PNS pada bulan Januari 1993 dan mengawali kariernya sebagai PNS di Badan Pendidikan dan Pelatihan. Begitu jadi PNS, berbagai kegiatan diklat, baik Diklat Teknis, Diklat Kepemimpinan, maupun Diklat Fungsional, banyak diikuti, dan itu menjadikannya dia semakin matang. Berbagai seminar, workshop, dan lokakarya juga diikuti. Oleh karena itu, selain melaksanakan tugas di kantor, dia juga sering menjadi instruktur diklat, mengajar berbagai diklat di berbagai daerah. Pengalaman mengajar di berbagai daerah, menjadikan dirinya juga tahu persis berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 1996, seluruh Provinsi di Indonesia yang saat itu masih berjumlah 27 Provinsi sudah dikunjungi. Dan untuk saat ini 34 Provinsi di Indonesia, juga sudah dikunjunginya semua, tidak terkecuali Provinsi Kalimantan Utara yang sudah dikunjungi beberapa kali. Bahkan ratusan kabupaten/kota di Indonesia juga sudah didatangi, sehingga pengetahuan dan wawasan tentang berbagai daerah di Indonesia juga sudah dikuasai.
Hal lain yang dapat dilihat dari sosok Teguh Setyabudi yaitu sosoknya yang energik, mobile, easy going, rapi dan ceria, serta kelihatan lebih muda dari usianya. Dalam keseharian di lingkungan kantor, dia selalu tampil low profile, tidak jaim, tidak protokoler, dan senang bergaul dengan berbagai kalangan tanpa membeda-bedakan jabatan, umur, dan latar belakang lainnya. Oleh karena itu, bergaul dan berkomunikasi dengan Teguh Setyabudi relatif sangat menyenangkan. Hobi yang digeluti juga menarik, dia suka mengendarai jeep dan di saat waktu longgar, suka main offroad, gowes (bersepeda), traveling ke berbagai tempat yang cukup menantang. Jika di rumah saat libur, dia juga hobi memasak. Selain hobi itu, dia juga senang berorganisasi. Pada tahun 2013 sampai 2016, selain di struktural dia juga Ketua Pengurus Koperasi Praja Mukti Kemendagri, salah satu koperasi terbesar untuk lingkup Kementerian di tingkat pusat. Selain itu dia juga aktif dalam beberapa kegiatan khusus lainnya, seperti Koordinator Offroad, menjadi Pembina Tim Basketball Kemendagri dan berbagai kegiatan lainnya. (mrs/humas.bpsdm.kemendagri/udi)
Editor : uki-Berau Post