TARAKAN – Rencana Pemkot Tarakan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah pada awal tahun depan, sepertinya sudah bulat.
Meskipun ada permintaan dari anggota Komisi II DPRD Tarakan untuk menunda rencana tersebut sambil melihat perkembangan Covid-19, Wali Kota Tarakan Khairul berencana tetap melaksanakannya.
Kebijakan ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang memperbolehkan dibuka lagi KBM tatap muka di sekolah, namun tergantung dari kesiapan masing-masing daerah. Pemkot Tarakan pun telah melakukan persiapan terkait rencana tersebut.
“Merespons itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan beberapa waktu yang lalu sudah kita menyiapkannya. Sekolahnya harus siap dulu, bagaimana metode mengajarnya, terus di sekolah apa peraturannya, yang boleh dan tidak boleh,” ujar Khairul kepada awak media.
Yang penting juga, menurut Khairul, izin dari orangtua pelajar. Dan dari hasil survei yang dilakukan Disdikbud Tarakan, ternyata lebih banyak orangtua siswa yang setuju daripada yang tidak setuju.
“Ternyata hasil survei kami di tingkat SMP, 60 persen lebih yang menginginkan masuk, 30 sekian persen yang tidak menginginkan. Terus yang SD, 54 atau 56 (persen) yang menginginkan masuk, selebihnya tetap menginginkan daring,” bebernya.
Meski demikian, Pemkot Tarakan tetap menghargai keinginan orangtua yang tidak setuju, dengan memperbolehkan anak mereka tetap belajar jarak jauh atau dalam jaringan (daring).
“Kita bijaki saja. Yang mau daring, ya silakan tetap daring. Yang mau offline, ya silakan offline,” jelasnya.
Khairul mengambil perbandingan dengan santri pesantren yang ia sebut sudah lama masuk ke asrama.
“Kalau kita lihat beberapa pesantren sudah masuk, mereka tidak ada masalah. Anak saya pun juga tanggal 3 Januari nanti sudah masuk yang di Jakarta. Ya memang sebagian tidak setuju, saya sih setuju saja,” tuturnya.
Namun, untuk merealisasikan rencana tersebut, Khairul mengaku masih akan membicarakannya secara teknis dengan jajaran Disdikbud Tarakan.
Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Tarakan Muhammad Yusuf, meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan untuk mempertimbangkan kembali rencana menggelar KBM tatap muka di sekolah.
Yusuf menilai apa yang menjadi harapan terhadap Covid-19, belum terlihat suatu perkembangan yang lebih kondusif.
“Dengan dasar itu semua tentunya bisa dijadikan pertimbangan, untuk kemudian rencana itu bisa ditunda untuk sementara sambil menunggu perkembangan Covid-19 ke depan,” pintanya.
Kecuali, lanjut Yusuf, ada metode lain yang diterapkan oleh Disdikbud Tarakan. Apakah sistem shift dalam arti membatasi pelajar yang masuk, atau menghindari berkumpul dan tetap menjaga jarak.
Untuk penyampaian secara resmi ke Disdikbud Tarakan, Yusuf menyerahkan sepenuhnya kepada unsur pimpinan DPRD Tarakan. Ia hanya menilai, perlu pertimbangan kembali untuk melakukan pertemuan tatap muka di sekolah. (mrs/udi)
Editor : izak-Indra Zakaria