Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sempat Naik, Air Kembali Surut

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 25 Januari 2022 - 21:45 WIB
Photo
Photo

NUNUKAN - Debit air Sungai Sembakung pada Minggu (23/1) sempat naik setinggi 90 sentimeter (cm) dari ketinggian normal 3 meter. Kemudian Senin (24/1) debit air perlahan turun sekira 15 cm berdasarkan tiang ukur ketinggian saat ini 3,75 cm.

Kepala Subbidang Penyelamatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasan menyampaikan kondisi terbaru Sungai Sembakung sekira 09.00 WITA, Senin (24/1) terjadi penurunan air di aliran Sungai Sembakung. Kenaikan debit air terjadi disebabkan curah hujan tinggi di beberapa wilayah.

“Beberapa hari sempat hujan deras dibeberapa daerah. Sehingga, kemarin debit sungai kembalinya naik berdasarkan pantauan alat ukur. Dan hari ini terpantau debit air kembali turun,” ucap Hasan, kemarin.

Dijelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat akan terus terjadi hingga Februari mendatang.  Sehingga, tidak menutup kemungkinan ketinggian air akan kembali naik. “Sesuai informasi dari BMKG diperkirakan potensi hujan sedang jingga lebat masih akan terjadi hingga awal Februari 2022. Dan 3 hari yang lalu hujan deras di Lumbis Hulu, dan kemarin malam di Sembakung. Jadi masih mungkin akan terjadi banjir, tapi kita harap semoga tidak terjadi ataupun tidak parah,” jelasnya.

Lanjutnya, proses pemantauan pasca banjir melanda enam kecamatan terus dilakukan. Personel yang bertugas di Pos BPBD Nunukan terus melakukan pemantauan dengan melaporkan kondisi di lapangan.

“Lima personel bertugas memantau, melaporkan kondisi dan melakukan penanganan awal serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Personel dari Nunukan akan membackup jika dibutuhkan sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.

Ditegaskan, situasi pasca banjir  di enam kecamatan diantaranya Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan dan Sembakung Atulai dan Sembakung saat aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa. Namun, status siaga banjir yang ditetapkan awal Januari lalu hingga saat ini masih berlaku. “Status siaga darurat bencana alam banjir masih berlangsung hingga 2 Februari sesuai SK Bupati Nunukan,” tutupnya. (akz/lim)

Editor : anggri-Radar Tarakan