TARAKAN - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kaltara melalui Kantor Unit Pelaksana Tugas (UPT) Tarakan masih mendapati kendaraan bermotor yang belum membayar pajak.
Hal ini didapati dari Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB) di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Gunung Lingkas, Tarakan Timur, Rabu (5/7). Dari hasil pemeriksaan tersebut, terjaring 712 unit kendaraan, terdiri dari 164 roda empat dan 548 roda dua. Menurut Kepala UPT Tarakan Irawan, setelah dilakukan pemeriksaan pajak ternyata memang masih banyak kendaraan yang belum membayar pajak.
Selanjutnya, pihaknya langsung mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk membayar pajak. Selain mengimbau, pihaknya juga menyediakan layanan pembayaran pajak kendaraan di lokasi kegiatan P2KB menggunakan pelayanan Samsat Keliling.
“Yang bayar ada sekitar 32 unit kendaraan yang membayar. Jadi sekitar Rp 55 juta yang kami dapat. Itu mereka langsung membayar di tempat. Bahkan kami mendapati kantor tiba-tiba penuh bayar pajak,” tegasnya.
Apabila ada kendaraan yang pajaknya mati, namun belum bisa membayar, pihaknya langsung melakukan pemberitahuan. Terhadap pengendara disampaikan agar tidak begitu lama menunggak pembayaran pajak, sebab akan ada denda yang menumpuk.
“Kendaraan dan surat-suratnya tidak akan kami tahan. Kami hanya menyampaikan kalau mau diselesaikan agar diselesaikan sekarang dan kalau belum dibayar jangan berlarut. Karena dendanya akan semakin besar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, P2KB merupakan upaya untuk meningkatkan realisasi pajak kendaraan bermotor di tahun ini. Pihaknya menargetkan pemeriksaan pajak dilakukan terhadap kendaraan roda empat dan roda dua. Ia juga menegaskan, P2KB bukan merupakan razia kelengkapan kendaraan yang biasa dilaksanakan polisi.
Rencananya kegiatan serupa akan terus dilakukan. Sebab dianggap sangat positif guna meningkatkan realisasi pajak kendaraan. “Selain kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala, lokasi kegiatan dilakukan di beberapa tempat,” imbuhnya.
Kegiatan P2KB merupakan upaya dari pihaknya mencapai target UPT Tarakan di tahun ini. Meski di semester pertama realisasi di UPT Kantor Samsat Tarakan sudah melebihi target. Namun diprediksi target di tahun ini akan dinaikkan oleh BPPRD Kaltara.
“Jadi karena kami surplus dan diminta oleh badan untuk mengubah target. PKB kami tambah target Rp 4 miliar dan BBNKB tambah Rp 5 miliar targetnya. Kami upayakan dan optimis di akhir Desember bisa memenuhi target baru,” tuntasnya. (sas/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria