Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perjuangan Kaltara Masih Panjang

uki-Berau Post • Jumat, 18 Agustus 2023 - 09:31 WIB
JADI IRUP: Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan memberikan bendera Merah Putih untuk dikibarkan pada peringatan HUT ke-78 RI di Lapangan Agatis Tanjung Selor, Kamis (17/8).
JADI IRUP: Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan memberikan bendera Merah Putih untuk dikibarkan pada peringatan HUT ke-78 RI di Lapangan Agatis Tanjung Selor, Kamis (17/8).

TANJUNG SELOR - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI tahun ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Khususnya bagi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dengan usia 78 tahun Indonesia merdeka, menjadi tantangan bagi Kaltara. Pasalnya, Kaltara masih berumur 10 tahun. Artinya, perjuangan Kaltara ke depan masih panjang.

“Harapannya, Kaltara semakin dewasa,” ujar Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padan, Kamis (17/8).

Ke depan Kaltara lebih menunjukkan jati diri sebagai sebuah provinsi. Bahkan harus memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Kaltara. Pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan semakin baik, serta pembangunan di Kaltara berjalan sesuai yang diharapkan.

Karena akselerasi pembangunan meningkat, baik aspek politik, sosial kemasyarakatan dan ekonomi harus menjadi perhatian. Apapun situasi yang terjadi, harus dilihat dalam kesatuan masyarakat bangsa.

“Tak boleh diabaikan, karena perjalanan bangsa ke depan penuh tantangan. Begitu juga Kaltara tetap harus kuat dan kokoh,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Albertus Stefanus Marianus menambahkan, 78 tahun usia yang tidak muda. Namun bagi Kaltara baru tumbuh karena hampir 10 tahun. Pihaknya sangat mengapresiasi dilakukan Pemprov saat ini. Namun harus dilihat lagi dengan konkret, yang dilakukan harus dievaluasi bersama.

Di mana harus ada win win solution terkait beberapa hal yang menyangkut kepentingan masyarakat. “Dari sisi pembangunan, program sudah ada. Hanya saja eksekusinya maupun outputnya serta input harus jelas. Program itu ada standarnya,” terangnya.

Sebagai contoh, yang belum dilakukan ialah irigasi. Mana wilayah pertanian yang dimaknai sebagai lumbung. Harus diketahui dinamika dan perkembangan bagaimana. Hal seperti ini, ada hal-hal yang lebih sistematis, teoritis dan implementatif.

Negara juga telah hadir, terbukti dengan kegiatan kawasan industri termasuk jalan perbatasan. Secara teoritis ada skala prioritas. Hanya saja permasalahan pokok krusial, selalu berbicara kemampuan anggaran.

“Dengan situasi ini harus lebih bijak. Dengan anggaran kecil, membuat terobosan besar. Membangun infrastruktur yang strategis serta ada langkah prioritas,” bebernya.

Sementara itu, dalam perayaan HUT ke-78 RI, unsur Forkopimda Kota Tarakan turut melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dwikora, Kamis (17/8).

Kegiatan berlangsung khidmat dan selanjutnya penaburan bunga didampingi Ketua dan Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Tarakan termasuk Ketua Bhayangkari Polres Tarakan. Wali Kota Tarakan Khairul berharap, momentum HUT Kemerdekaan tahun ini menjadi titik poin untuk kemajuan Indonesia ke depan. Sebab negara Indonesia bercita-cita di tahun 2045, masuk dalam jajaran negara maju di dunia.

Namun semua bergantung pada seluruh masyarakat Indonesia tidak hanya pemerintah sama-sama membangun negara ini. Ia memberikan pesan di momen HUT RI, tujuan akhir negara belum tercapai sejahtera adil makmur haruslah diupayakan. Sehingga masih butuh perjuangan bersama.

“Mencapai tidak bisa dari pemerintah semata, semua masyarakat termasuk media punya tanggung jawab. Momen HUT RI tahun ini mengajak masyarakat membangun kota ini, melalui peran dan profesi kita masing-masing,” pesannya.

Tahun ini, kata Khairul, hampir tiga tahun upacara sederhana tanpa acara lain. Karena kondisi pandemi Covid-19 sudah selesai, sehingga ada renungan suci, tabur bunga dan Aubade.

“Tahun lalu tak ada Aubade, disuruh menonton penurunan bendera dari tempat masing-masing. Tahun ini penuh rangkaian. Termasuk remisi napi. Tahun ini jumlah undangan kisaran 200 orang, untuk yang tidak diundang kondisinya masih terbatas,” jelasnya.

Secara historis, semua pahlawan yang gugur dan ikut berperang kaitannya dengan Perang Dwikora dimakamakan di Taman Makam Pahlawan Dwikora. Termasuk kaitannya dengan Sabah dan Malaysia. Bahkan ada juga makam dr H Jusuf SK yang merupakan mantan Wali Kota Tarakan yang pernah dapat Bintang Mahaputra.

“Karena adanya jasa pembangunan, maka diberi gelar Bintang Mahaputra oleh Presiden dan dikriteria masuk Taman Makam Pahlawan salah satunya itu. Beliau satu-satunya orang sipil. Di Indonesia tidak semua punya Taman Makam Pahlawan karena bekaitan historisnya,” tuturnya.

Dari sisi perawatan, saat ini merupakan kewenangan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan dan asetnya dimiliki Pemkot Tarakan. Dinas Sosial bertanggung jawab untuk merawat dan sudah ada tukang jaga yang merawat. (fai/sas/uno)

Editor : uki-Berau Post
#hut ri