Dijelaskan, PLBN yang terbangun sangat megah, bangunan sangat internasional. Apalagi, dibangun dengan kapasitas lebih yang dibutuhkan. Namun, kesepakatan kedua negara belum terjadi sehingga tertunda atau belum diresmikan.
"Untuk penyelesaian batas darat akan segera dirampungkan. Sementara, untuk batas laut saat ini masih dalam pembahasan kedua negara. Karena hal ini akan berimplikasi pada batas dari wilayah laut maupun hal yang berdampak ketika ada perubahan kesepakatan kedua negara," jelasnya.
Baginya, walaupun pembangunan PLBN telah rampung dibangun dua tahun lalu, langkah positif harus disambut masyarakat. Sebab, dilihat dari desain bangunan mencerminkan wujud Indonesia di masa depan. Namun, di sisi lain ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
"Kita harus ambil positifnya. Desain bangunan sangat indah, mencerminkan negara yang besar, fasilitas baik, lengkap dan estetika yang internasional dan modern," bebernya.
Ia menegaskan, saat ini pihaknya menunggu upaya penyelesaian yang dilakukan kementerian terkait untuk penyelesaian batas negara. Setelah rampung tentunya PLBN Sebatik segera diresmikan. PLBN Sebatik dapat distandarkan dengan kualitas yang luar biasa. Hal ini menunjukkan ke dunia telah sejajar dengan negara maju lainnya.
"Kita berikan kesempatan kepada kementerian yang bertugas untuk bernegosiasi terkait batas wilayah negara untuk menyelesaikan tugas. Setelah itu selesai saya yakin ini akan segera diresmikan. Mudah mudahan tidak terlalu lama lagi. Kita tunggu. Karena tanpa adanya itu tidak mungkin. Sebab, ini merupakan kesepakatan kedua negara," pungkasnya. (akz/lim)