Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada Banjir dan Longsor di Tarakan, BMKG Tarakan Prediksi Berpotensi Mengalami Fenomena La Nina

Radar Tarakan • Kamis, 11 Juli 2024 - 22:45 WIB
PATUT WASPADA: Dinding dapur salah satu rumah warga di RT 15 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat jebol akibat tanah longsor, Senin 27 Mei 2024. FOTO: RADAR TARAKAN
PATUT WASPADA: Dinding dapur salah satu rumah warga di RT 15 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat jebol akibat tanah longsor, Senin 27 Mei 2024. FOTO: RADAR TARAKAN

 

 Masyarakat diharapkan dapat mewaspadai perubahan cuaca belakangan. Khususnya masyarakat yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengungkapkan jika di bulan Juli Indonesia diprediksi berpotensi mengalami fenomena la nina, hal itu juga berlaku di Kalimantan Utara (Kaltara). Lanjutnya, fenomena la nina diprediksi terjadi pada Juli-September tahun ini.

"Fenomena la nina ini merupakan kebalikan dari el nino di mana terjadi kekeringan karena kemarau, la lina merupakan fase meningkatnya intensitas curah hujan. Pada fase ini, suatu wilayah akan sering dilanda hujan lebat, potensi banjir dan badai tropis. Sehingga diharapkan masyarakat dapat waspada," ujarnya.

"Memang di Kaltara ini dikenal sebagai wilayah dengan hujan sepanjang tahun. Artinya dalam kondisi normal pun Kaltara akan selalu mengalami hujan. Tapi jika di Juni-Juli 2024, Kaltara diperkirakan akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Baik hujan skala kecil, sedang hingga tinggi," sambungnya.

Kendati demikian, dikatakannya Kaltara sendiri merupakan wilayah yang tidak memiliki jadwal iklim sehingga ia meyakini masyarakat Kaltara cukup siap menghadapi situasi iklim tertentu yang terjadi secara tiba-tiba. Kendati demikian, ia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor agar waspada.

“Sebenarnya pada dasarnya Kaltara itu tidak ada musim kemarau apa lagi Tarakan. Tapi ada tiga wilayah di Kaltara yang mengalami kemarau diantaranya Pulau Sebatik, Nunukan dan sebagian kecil wilayah Tanjung Palas Timur BMKG akan kita detail kan dalam bentuk proyeksi tujuh harian ke depan kemudian tiga hari ke depan dan 24 jam ke depan," urainya.

“Kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan, jangan lupa selalu cek informasi prakiraan tinggi gelombang karena memang di periode saat itu, ketika ada La Nina tentu sangat berpotensi kecepatan angin dan tinggi gelombang. Jadi ini yang harus diwaspadai. Kami himbau untuk tidak beraktivitas saat terjadi hujan, karena durasi hujannya bisa berlangsung lama," pungkasnya. (zac/lim)

 
Editor : Indra Zakaria