"Keja sama antar negara di bidang pertahanan," kata Adek kepada Radar Kaltara belum lama ini. Nantinya, TNI AD akan melakukan patroli gabungan bersama TDM. Dalam setahun, ada dua sampai tiga kali patroli bersama."Pertemuan ini untuk membahas waktu pertemuan. Termasuk titik patroli," ungkapnya.
Menyoal apakah patroli gabungan ini akan fokus pada patok batas antar kedua negara. Adek memastikan tidak ada patok yang bergeser.
"Sekarang ini kan sudah canggih. Kalau bergeser titik koordinat batas negara tetap terlihat," bebernya. Kalaupun terjadi pergeseran, jelas Adek, bisa disebabkan faktor alam, binatang atau oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Untuk pertemuan rencananya akan digelar di Tawau dan Kinabalu pada 23-26 Juli," ungkapnya. Setelah di Malaysia, pertemuan lanjutkan akan kembali dilakukan di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk membangun kerja sama dan komunikasi yang baik antara kedua negara dalam rangka menjaga keamanan wilayah perbatasan.
"Sekarang ini kami yang diundang ke sana (Malaysia). Kemungkinan, akhir tahun ini mereka (TDM) ke Kaltara," ujarnya. Melalui kerja sama yang baik antara TNI AD dan TDM, diharapkan mampu meminimalisir tindakan kriminal di perbatasan, mendukung kepentingan bagi negara kedua yang bertetangga, serta memperkokoh persahabatan di antar kedua negara.
"Patroli gabungan ini merupakan langkah konkret bagi TNI AD dan TDM untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan keduanya dan mempererat hubungan baik kedua negara.
Selain membantu meningkatkan kepercayaan dari masyarakat di wilayah perbatasan, kerja sama ini juga dapat mengoptimalkan fungsi dari peran satuan tugas di wilayah tersebut," pungkasnya. (jai/har)