Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Satu Orang Meninggal di Tengah Usaha Buka Akses Jalan Baru di Krayan Timur, Nunukan

Redaksi • Minggu, 4 Mei 2025 - 20:00 WIB
Korban ditangisi keluarga. (IST)
Korban ditangisi keluarga. (IST)

Potret memilukan terjadi di Krayan Timur, dimana terdapat korban saat rombongan masyarakat dari Krayan Timur, hendak melakukan pembukaan akses. Seseorang disebutkan jatuh sakit dan harus digotong kembali ke desa awal. Setelah menjalani perjalanan berat, sayangnya orang tersebut tidak tertolong.

Cerita ini dibagikan oleh akun medsos di Facebook atas nama Ber Nat. Dia menulis judul Duka di Tengah Keterbatasan Transportasi. Cerita tersebut juga direspon Camat Krayan Timur, Liantoni, dimana dirinya membenarkan keadaan tersebut dan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah. Dalam tulisannya, duka di Krayan Timur tersebut terjadi pada Selasa (29/4) lalu. Ber Nat menuliskan di tengah keterbatasan dan kesunyian alam, sebuah perjuangan besar tengah berlangsung.

Demi membuka akses dan mempererat hubungan dengan masyarakat di Wa Yagung (salah satu lokasi paling terisolir) warga dari Pa Rayeh bersatu hati merintis jalan baru.

Untuk mencapai Wa Yagung, mereka harus memutar jauh melewati Long Umung. Harapan besar pun tumbuh, dengan jalan baru, jarak akan terpangkas, perjalanan menjadi lebih mudah, dan kehidupan sedikit lebih ringan.

Pada Kamis (24/4) tersebutlah rombongan warga memulai perjalanan berat tersebut, mereka menghabiskan dua hari di tengah hutan lebat, bergelut dengan medan berat tanpa bantuan alat berat, hanya dengan semangat dan tekad yang membara.

Namun, di tengah usaha tersebut, cobaan berat datang. seorang warga, berinisial R, tiba-tiba jatuh sakit. Situasi kritis memaksa lima orang rekannya mengambil keputusan cepat, membawa R kembali ke Pa Rayeh dengan cara tradisional dengan ditandu menggunakan kayu dan kain seadanya.

“Perjalanan itu bukanlah perjalanan biasa, mereka harus menaklukkan jalan terjal, menyeberangi sungai yang deras, menahan sakit di tubuh, dan menahan air mata di hati. Langkah demi langkah, mereka berjuang membawa R dengan penuh harap agar nyawanya bisa diselamatkan,” tulis Ber Nat di akun Facebook.

Setibanya di Pa Rayeh, sebuah mobil segera membawa R menuju Long Bawan untuk mendapatkan perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM). Sayangnya, perjuangan keras itu belum cukup untuk melawan takdir. Setibanya di PKM, R menghembuskan napas terakhirnya.

“Kisah ini bukan sekadar cerita tentang keterbatasan, tapi tentang keberanian, pengorbanan, dan ketidakadilan yang masih nyata di negeri ini. Di balik jalan-jalan yang dirintis dengan keringat dan air mata, ada nyawa yang menjadi harga dari sebuah mimpi tentang keterhubungan,” tandas tulisan Ber Nat.

Perjuangan R bersama warga Pa Rayeh pun diharapkan menjadi pengingat bagi semua semua, bahwa di pelosok-pelosok negeri, masih banyak masyarakat yang bertaruh nyawa demi secercah harapan.

Camat Krayan Timur, Liantoni yang merespon cerita tersebut menerangkan, sejatinya masyarakat melakukan survei jalan, supaya ke bisa ke daerah desa lainnya seperti Wa Yagung, bisa lebih dekat dari desa mereka Pa Rayeh. “Yang terjadi ya demikian, belum sampai ke Wa Yagung, masyarakat sudah ada yang sakit dan demikianlah kejadiannya, ada yang menjadi korban meski sempat dibantu dengan sekuat tenaga, takdir berkata lain,” ungkap Liantoni.

Liantoni pun berharap, sebagai pemerintah kecamatan, atas kejadian itu diharapkan pihak pemerintah kabupaten atau bahkan provinsi lebih serius dan memperhatikan keadaan dimaksud. “Setidaknya wujudkan lah keinginan beliau yang sudah menjadi korban dalam perjuangan masyarakat Pa Rayeh,” harap Liantoni. (raw)

Editor : Indra Zakaria