TANJUNG SELOR – Layanan gratis Kapal Rede KM. Gandha Nusantara 05 rute Ancam-Tarakan hadir memberikan keringanan bagi masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara). Untuk diketahui, Kapal rede merupakan kapal milik kemenhub yang dioperasikan oleh PT PELNI (Persero) sebagai feeder atau penghubung menuju pelabuhan-pelabuhan atau tempat-tempat yang tidak dapat disinggahi oleh kapal utama dikarenakan fasilitas pelabuhan yang belum lengkap, serta kedalaman alur dan kolam pelabuhan yang dangkal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Idham Chalid mengatakan, angkutan gratis ini merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. "Cukup tinggi minat penggunaan Kapal Rede ini. Kapal Rede ini jadi solusi bagi angkutan rakyat," ujar Idham kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Bahkan, lanjut Idham, banyak yang komunikasi kepada pihaknya untuk meminta agar kendaraan bisa masuk atau dimuat di Kapal Rede ini. Termasuk juga untuk memuat barang-barang. "Kita minta Kapal Rede ini karena dia lebih kecil. Kalau Kapal Fery seperti yang sebelumnya, itu kalau air surut rawan kandas karena banyak sedimentasi," tuturnya.
Untuk Kapal Rede ini hanya 93 GT. Jadi untuk jalur pelajaran yang kedalaman satu meter masih bisa dilalui. Hanya saja ada keterbatasan, yakni kalau untuk kendaraan hanya bisa muat 2 unit.
"Tapi karena saat ini hasil pertanian yang dimuat dari Pelabuhan Ancam itu banyak, maka untuk kendaraan tidak dimuat. Itu kebijakan," tegasnya. Ini karena prioritas yang ingin dimuat menggunakan Kapal Rede ini adalah hasil alam, baik itu hasil pertanian maupun hasil perkebunan yang ingin dibawa ke Tarakan.
Melihat tingginya minat masyarakat menggunakan Kapal Rede ini, maka pihaknya akan mengusulkan lanjut operasionalnya di tahun depan. "Kita sudah di surati dari Kementerian Perhubungan untuk mengusulkan itu kembali," katanya.
Pastinya, transportasi perairan ini berjalan lancar dan sangat membantu masyarakat, utamanya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke Tarakan. (iwk/har)
Editor : Indra Zakaria