Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Krisis BBM Melanda Pulau Nunukan: Harga Eceran Tembus Rp35 Ribu, Warga Terpaksa Berburu ke Sebatik

Redaksi Prokal • 2026-01-13 11:00:00
ilustrasi BBM
ilustrasi BBM

NUNUKAN – Masyarakat di Pulau Nunukan harus menghadapi situasi sulit akibat krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026. Kelangkaan ini dipicu oleh terhentinya pasokan BBM yang masuk ke wilayah Nunukan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan antrean kosong di SPBU dan hilangnya stok di tingkat pengecer.

Kondisi ini memaksa warga untuk menempuh jarak jauh demi mendapatkan literan bensin yang tersisa. Indra (24), seorang warga Selisun, Nunukan Selatan, menceritakan perjuangannya berkeliling kota hanya untuk mendapatkan satu botol Pertalite. Menurutnya, stok yang ada di tangan pedagang eceran saat ini sangat terbatas karena mereka harus memesan pasokan dari Pulau Sebatik. Akibat rantai pasok yang sulit, harga di tingkat eceran melonjak drastis hingga mencapai Rp25 ribu per botol.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Irwansyah, warga lainnya yang mengaku kendaraannya sempat lumpuh total pada Sabtu, 10 Januari 2026, karena kehabisan bahan bakar. Setelah mencari ke berbagai sudut kota sejak Kamis sebelumnya, ia akhirnya berhasil mendapatkan BBM melalui informasi yang beredar di grup WhatsApp. Namun, harga yang ditawarkan jauh di atas kewajaran, yakni menyentuh Rp35 ribu per botol bekas minuman mineral. Meski merasa terbebani secara ekonomi, ia terpaksa membelinya demi mobilitas harian.

Krisis ini menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu, mengingat ketergantungan warga terhadap kendaraan bermotor sangat tinggi. Beberapa pedagang eceran bahkan membatasi penjualan hanya kepada pelanggan tetap atau dalam jumlah yang sangat sedikit karena ketidakpastian kapan pasokan reguler akan kembali normal. Hingga saat ini, warga hanya bisa mengandalkan informasi dari mulut ke mulut maupun media sosial untuk memburu sisa-sisa stok BBM yang masih tersedia di pulau tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah darurat untuk memulihkan pasokan BBM ke Pulau Nunukan. Tanpa penanganan cepat, dikhawatirkan lonjakan harga BBM ilegal akan semakin liar dan memperburuk kondisi ekonomi warga yang sedang terhimpit kelangkaan. (*)

Editor : Indra Zakaria