TARAKAN – Sebanyak 489 calon jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah bersiap menuju Tanah Suci yang dijadwalkan akan diberangkatkan pada tanggal 6 dan 7 Mei 2026. Keberangkatan jemaah tahun ini dibagi ke dalam dua kelompok terbang atau kloter, dengan rincian kloter pertama sebagai kloter penuh asal Kaltara dan kloter kedua sebagai kloter gabungan dengan provinsi lain.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tarakan, Asmawan, menjelaskan bahwa kloter pertama yang berjumlah 356 jemaah akan berangkat lebih awal pada 6 Mei 2026. Sementara itu, 133 jemaah sisanya yang masuk dalam kloter kedua akan menyusul sehari setelahnya. Pembagian jemaah ke dalam satu kloter penuh dan satu kloter gabungan ini merupakan kebijakan yang menyesuaikan dengan total kuota haji yang diterima Provinsi Kaltara untuk musim haji tahun 2026.
Sebelum diberangkatkan, seluruh jemaah diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan medis yang ketat. Salah satu syarat krusial adalah pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp 55,5 juta per jemaah. Selain faktor finansial, para jemaah juga harus lolos verifikasi syarat istito’ah kesehatan, yakni penilaian medis yang menyatakan jemaah mampu secara fisik untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Berdasarkan data terbaru hingga Kamis, 22 Januari 2026, tercatat baru 172 jemaah yang telah merampungkan pelunasan BPIH. Meski demikian, pihak kementerian memastikan bahwa hanya jemaah yang telah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan dinyatakan sehat secara medis yang akan diberangkatkan sesuai jadwal. Untuk membekali para jemaah, rangkaian manasik haji juga telah dilaksanakan guna memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara ibadah baik secara teori maupun praktik lapangan.
Selain aspek ibadah, kesehatan jemaah menjadi fokus utama melalui pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil dan prima hingga hari keberangkatan nanti. Sebagai bentuk dukungan teknis, setiap kloter nantinya akan didampingi oleh petugas haji yang terdiri dari pembimbing ibadah serta tim kesehatan yang bertugas mendampingi jemaah sejak dari tanah air hingga kembali lagi ke Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh persiapan logistik dan akomodasi berjalan lancar. Dengan sisa waktu yang ada, para calon jemaah diharapkan segera menyelesaikan segala kewajiban administratif agar proses keberangkatan menuju baitullah dapat terlaksana dengan sukses dan tertib.(*)
Editor : Indra Zakaria