Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca-Lebaran, Tiket Pesawat ke Tarakan Masih Ludes Terjual hingga 12 April, Harga Tiket Tembus Rp11 Juta

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 14:30 WIB
Bandara Juwata Tarakan.
Bandara Juwata Tarakan.

 
PROKAL.CO- Meskipun puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah telah berlalu, tingkat keterisian pesawat menuju Kota Tarakan terpantau masih sangat tinggi. Fenomena ini menyebabkan ketersediaan tiket dari sejumlah kota besar menuju Tarakan ludes terjual hingga beberapa hari ke depan, membuat calon penumpang kesulitan mendapatkan kursi.

Plt Airport Manager Lion Group Station Tarakan, Faikar Musanti, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang yang kembali ke Tarakan belum sepenuhnya mereda. Tingginya load factor atau tingkat keterisian kursi pesawat ini terutama terjadi pada rute-rute menuju Tarakan.

“Untuk masuk ke Tarakan memang lagi penuh. Sampai tanggal 10 April itu masih padat, bahkan tanggal 11 dan 12 April dari Makassar dan Surabaya ke Tarakan juga sudah habis,” ujar Faikar, Senin (6/4). Kondisi ini memaksa munculnya pilihan rute alternatif dengan waktu tempuh yang jauh lebih panjang karena harus melakukan transit di beberapa kota. Pantauan pada platform penjualan tiket daring menunjukkan harga tiket melonjak signifikan. Hal ini terjadi karena sistem secara otomatis menampilkan opsi penerbangan tersisa yang umumnya berupa kombinasi rute transit dengan durasi perjalanan lama.

Faikar membenarkan adanya temuan harga tiket yang menembus angka hingga Rp11 juta di sistem pencarian. Namun, ia menegaskan bahwa angka fantastis tersebut bukanlah tarif normal maskapai, melainkan harga untuk kelas bisnis dengan rute transit yang panjang.

“Tadi saya cek memang ada yang sampai Rp11 juta, tapi itu kemungkinan untuk kelas bisnis dan rute transit panjang. Kalau rute langsung Jakarta–Tarakan untuk bisnis normalnya di kisaran Rp8,8 juta,” jelasnya. Menurutnya, lonjakan harga terjadi secara sistematis ketika kursi pada penerbangan langsung, khususnya kelas ekonomi, telah habis terjual. Akibatnya, sistem hanya menawarkan opsi perjalanan dengan rute memutar yang melibatkan beberapa kali transit.

Meski terjadi kepadatan penumpang, Faikar memastikan operasional penerbangan di Tarakan tetap berjalan normal dengan sekitar 10 pergerakan pesawat setiap hari. Armada yang dikerahkan bervariasi, mulai dari Super Air Jet, Lion Air, hingga Batik Air yang menyediakan kelas bisnis dan ekonomi.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi penerbangan tambahan (extra flight). Sebelumnya, maskapai sempat menambah frekuensi rute Balikpapan–Tarakan hingga 31 Maret untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik.

“Sekarang sudah kembali ke jadwal normal, tidak ada extra flight lagi,” katanya. Pihak maskapai memprediksi kepadatan penumpang ini masih akan berlangsung hingga pertengahan April, dan diperkirakan mulai melandai serta kembali normal sekitar tanggal 14 April 2026. (zar/jnr)

Editor : Indra Zakaria
#bandara juwata tarakan #bandara juwata