KASONGAN – Teka-teki mengenai identitas jasad yang ditemukan mengapung di Sungai Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, Kelurahan Katingan Tengah, akhirnya terungkap. Jasad tersebut dipastikan merupakan salah satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Bripda Nopandri Ramadhana, yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas negara.
Rasa duka yang mendalam langsung menyelimuti Korps Bhayangkara. Berbagai platform media sosial dan status WhatsApp para anggota kepolisian dipenuhi oleh unggahan karikatur wajah almarhum dengan pesan menyentuh bertuliskan, "Rest In Peace. Satu pengabdian, sejuta kehormatan."
Saat ditemukan oleh tim SAR gabungan dan warga setempat, kondisi tubuh Bripda Nopandri dalam posisi tersangkut pada dahan kayu yang hanyut terbawa arus sungai. Penemuan ini mengakhiri pencarian pilu yang juga disaksikan langsung oleh kedua orang tua korban yang sejak awal dengan tegar ikut turun ke lapangan memantau proses pencarian.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan bahwa jenazah yang dievakuasi tersebut adalah anggotanya. Pihak kepolisian langsung melarikan jenazah ke fasilitas medis terdekat guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Gugurnya Bripda Nopandri berawal dari insiden menegangkan saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, beberapa waktu lalu. Dalam situasi pelarian dan kepungan amukan pihak bandar, Bripda Nopandri bersama seniornya, Aiptu Sumariyanto, terpaksa melompat dan berenang ke sungai untuk menyelamatkan diri, sebelum akhirnya keduanya dilaporkan hilang terseret arus sungai yang deras. (*)