PROKAL.CO- Atmosfer di Kampus Hijau Universitas Mulawarman (Unmul) mulai mendidih menjelang penutupan pendaftaran bakal calon Rektor periode 2026–2030. Hingga Selasa malam (12/5), tercatat lima figur kuat telah resmi membuka akun dan menyerahkan berkas pendaftaran untuk bertarung memperebutkan posisi orang nomor satu di universitas terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unmul, Mustofa Agung Sardjono, memastikan bahwa tahapan penjaringan berjalan sesuai rencana. Dengan masuknya lima pendaftar, dipastikan tidak akan ada perpanjangan waktu pendaftaran karena kuota minimal telah terpenuhi. “Hingga detik ini sudah ada lima orang yang membuka akun dan mendaftar. Ini sinyal bagus karena syarat minimal penjaringan itu empat orang, dan besok adalah batas akhir,” tegas Mustofa.
Meski antusiasme publik kian memuncak, panitia masih bersikap tertutup mengenai identitas para pelamar. Mustofa berdalih bahwa pengumuman nama-nama kandidat merupakan wewenang penuh Senat Unmul setelah melalui proses verifikasi administratif yang ketat. “Kami mohon maaf, nama-namanya belum bisa dibocorkan. Yang berhak menetapkan itu Senat. Rencananya sekitar Mei mendatang, setelah Senat ketuk palu, baru identitas mereka kita buka lebar-lebar ke publik,” ungkapnya.
Perjalanan menuju pelantikan Rektor baru dipastikan bakal panjang dan melelahkan. Seleksi akan dilakukan dalam dua putaran, di mana Senat akan menyaring seluruh pendaftar hingga menyisakan tiga kandidat terbaik untuk melaju ke fase final. Di babak penentuan nanti, suara dari pemerintah pusat melalui kementerian kembali menjadi kunci kemenangan.
“Formatnya tidak berubah. Suara Senat memegang porsi 65 persen, sedangkan 35 persen sisanya adalah hak suara mutlak dari kementerian,” pungkas Mustofa. Dengan porsi suara kementerian yang cukup besar, peta persaingan diperkirakan tidak hanya soal adu pengaruh di internal kampus, tetapi juga sejauh mana para kandidat mampu meyakinkan pemerintah pusat terkait visi pembangunan Unmul empat tahun ke depan. (*)
Editor : Indra Zakaria