MUNGKIN Anda pernah mendengar atau mengalami rasa sakit saat berhubungan intim dengan pasangan. Padahal hal ini tentu saja mengganggu. Berhubungan intim seharusnya menjadi aktivitas menyenangkan untuk Anda dan pasangan. Namun, beberapa pasangan khususnya pria sering mengalami nyeri saat maupun setelah berhubungan seks. Menurut IDI, tiga dari empat pria umumnya mengalami rasa sakit, nyeri, dan ketidaknyamanan saat maupun setelah berhubungan seks. Kondisi ini dikenal dengan dispareunia.
IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. IDI Bima dengan alamat website idibima.org merupakan cabang dari organisasi profesi kedokteran yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. IDI Bima berkolaborasi dengan IDI Dompu dengan alamat ididompu.org menjelaskan bahwa rasa sakit saat berhubungan intim bisa menjadi masalah serius terutama bagi pasangan yang ingin segera memiliki keturunan.
IDI Lombok Barat dengan alamat website idilombokbarat.org bekerja sama dengan IDI Lombok Tengah dengan alamat idikablomboktengah.org telah berupaya untuk mengedukasi serta memberikan konsultasi gratis untuk mengobati pria atau wanita yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
IDI Lombok Timur dengan alamat website idilomboktimur.org untuk melakukan penelitian lanjutan terkait masalah rasa sakit saat berhubungan intim serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya.
Apa saja penyebab rasa sakit saat berhubungan intim?
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan rasa sakit saat berhubungan intim, yang dalam istilah medis disebut dispareunia, dapat dialami oleh baik pria maupun wanita dan memiliki berbagai penyebab. Berikut adalah rangkuman mengenai penyebab dispareunia meliputi:
- Penyakit Menular Seksual (PMS)
Salah satu faktor utama penyebab rasa sakit saat berhubungan intim adalah Penyakit Menular Seksual. Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual, seperti vagina, anal, atau oral. PMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit.
- Luka pada organ intim
Selain faktor adanya infeksi penyakit, luka atau iritasi akibat alergi terhadap produk pembersih, sabun, atau trauma sebelumnya dapat menyebabkan rasa sakit saat penetrasi.
- Masalah kesehatan terkait Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi medis ketika jaringan endometrium, yaitu jaringan yang melapisi rahim, tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan intim
- Gejala Kista Ovarium
Faktor terakhir adalah penyakit kista ovarium. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang mendalam selama hubungan seksual. Penting bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter apabila menemukan gejala nyeri yang tak tertahankan saat berhubungan intim dengan pasangan Anda.
Apa saja obat untuk mengobati rasa sakit saat berhubungan intim?
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah merangkum obat yang direkomendasikan untuk mengobat gejala ini. Pengobatan untuk dispareunia tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa jenis obat dan terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi gejala dispareunia meliputi:
- Obat Antibiotik
Obat Antibiotik dapat digunakan jika dispareunia disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter mungkin meresepkan antibiotik seperti amoksisilin atau doksisiklin sesuai dengan jenis infeksi yang terdiagnosis.
- Obat Bebas Estrogen
Obat ini dapat membantu mengatasi kekeringan vagina, terutama pada wanita pascamenopause. Contoh obat ini adalah Ospemifene (Osphena) yang merupakan obat yang bekerja mirip estrogen untuk memperkuat jaringan vagina dan mengurangi rasa sakit saat berhubungan.
Sebelum memulai pengobatan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi individu. Pengobatan dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala dispareunia yang dialami. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti diet seimbang dan manajemen stres juga sangat penting dalam penanganan dispareunia. (*)
Editor : Erwin D. Nugroho