Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Superflu, Awas Risiko Komplikasi Serius

Redaksi Prokal • 2026-01-07 10:45:00
Ilustrasi flu
Ilustrasi flu

PROKAL.CO — Fenomena "Superflu" tengah menjadi perbincangan hangat dan memicu kekhawatiran di masyarakat luas. Meski bukan istilah medis resmi, sebutan ini merujuk pada infeksi influenza varian baru yang dinilai jauh lebih mudah menular. Para ahli kesehatan pun mengingatkan warga agar mampu membedakan antara flu biasa (common cold) dengan influenza guna menghindari salah penanganan yang berakibat fatal.

Dr. Nastiti Kaswandani dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa perbedaan mendasar terletak pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Flu biasa umumnya hanya memicu pilek dan batuk ringan tanpa disertai demam tinggi, di mana penderita biasanya pulih dalam dua hingga tiga hari. Sebaliknya, influenza atau yang kini kerap disebut Superflu disebabkan oleh virus Influenza A dan B, yang memicu gejala berat seperti demam tinggi menggigil, nyeri otot hebat, hingga kelelahan ekstrem yang membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas normal.

Risiko komplikasi influenza tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak tertangani dengan baik, infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau radang paru akut, bahkan memicu gagal organ seperti ginjal dan hati. Kelompok rentan seperti balita, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) dan gangguan sistem imun menjadi pihak yang paling berisiko mengalami kondisi fatal. Istilah Superflu sendiri mencuat seiring munculnya varian Influenza A H3N2 subclade K yang memiliki kecepatan penularan lebih tinggi, meskipun tingkat keparahannya dilaporkan masih serupa dengan influenza A pada umumnya.

Menyikapi perkembangan ini, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terus memperketat pengawasan meski hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus positif di wilayah Benua Etam. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terus dilakukan mengingat varian baru ini telah terdeteksi di sejumlah wilayah lain di Indonesia sejak akhir Desember 2025.

Masyarakat, terutama mereka yang baru saja kembali dari perjalanan luar negeri, diminta untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika merasakan gejala flu yang berkepanjangan. Sebagai perbandingan, influenza cenderung membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, yakni mencapai 14 hari atau lebih, dibandingkan flu biasa yang sembuh di bawah 10 hari. Kunci utama menghadapi ancaman ini adalah tetap tenang dan disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker saat merasa kurang sehat guna memutus rantai penularan. (*)

Editor : Indra Zakaria