Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sangkadi: Ketika Gatal di "Area Terlarang" Menjadi Musuh dalam Lipatan

Redaksi Prokal • 2026-01-21 11:18:19
Ilustrasi gatal
Ilustrasi gatal

PROKAL.CO- Pernahkah Anda merasa ada sensasi "panas-dingin" yang menjalar di area selangkangan, diikuti rasa gatal luar biasa yang sulit tertahankan? Di tengah masyarakat Kalimantan, kondisi ini akrab disapa dengan sebutan Sangkadi. Meski sering dianggap sepele atau memalukan untuk dibicarakan, gangguan ini bisa menjadi mimpi buruk yang mengganggu produktivitas sehari-hari.

Sangkadi bukan sekadar gatal biasa. Ia adalah pengganggu yang sering kali memaksa penderitanya melakukan "gerakan tambahan" secara sembunyi-sembunyi saat berada di ruang publik. Namun, apa sebenarnya penyebab di balik rasa gatal yang menyiksa ini?

Lembap: Karpet Merah bagi Sang Jamur
Secara medis, sangkadi biasanya merujuk pada Tinea Cruris, yaitu infeksi jamur dermatofit yang menyerang area kulit yang hangat dan lembap. Selangkangan, dengan lipatan kulitnya yang tertutup pakaian rapat, adalah lokasi favorit bagi jamur ini untuk berkembang biak.

Penyebab utamanya beragam, namun sering kali bermuara pada kebiasaan sehari-hari:

Pakaian Terlalu Ketat: Celana jeans atau pakaian dalam yang tidak menyerap keringat menciptakan kondisi kedap udara.

Kelembapan Tinggi: Berkeringat secara berlebihan tanpa segera mengeringkannya adalah "karpet merah" bagi jamur.

Kurang Higienis: Malas mengganti pakaian dalam setelah beraktivitas seharian atau berbagi handuk dengan orang lain.

Kenali Tandanya Sebelum Melebar

Sangkadi biasanya muncul dengan ciri khas yang mudah dikenali: ruam kemerahan yang memiliki batas tegas, terkadang tampak seperti cincin (ringworm). Jika dibiarkan, kulit akan mulai bersisik, perih saat terkena keringat, dan warnanya berubah menjadi gelap atau kehitaman akibat sering digaruk.

Menggaruk mungkin memberikan kelegaan sesaat, namun itu adalah jebakan. Menggaruk justru merusak lapisan kulit dan memicu infeksi bakteri sekunder yang bisa membuat area tersebut bernanah atau luka.

Memutus Rantai Gatal: Cara Mengatasinya

Mengusir sangkadi memerlukan ketelatenan, bukan sekadar sekali oles. Berikut adalah langkah-langkah untuk kembali "merdeka" dari rasa gatal:

1. Jaga Kekeringan adalah Kunci Setelah mandi atau buang air, pastikan area selangkangan benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian. Gunakan handuk bersih atau tisu lembut untuk menepuk-nepuk area tersebut hingga kering sempurna.

2. Pilih Pakaian "Bernapas" Beralihlah ke pakaian dalam berbahan katun 100 persen. Hindari celana yang terlalu ketat untuk sementara waktu guna memberikan ruang sirkulasi udara yang baik.

3. Amunisi Anti-Jamur Gunakan salep atau krim anti-jamur yang mengandung Clotrimazole, Miconazole, atau Terbinafine. Kuncinya adalah konsistensi; tetap oleskan salep sesuai aturan pakai meski gatal sudah hilang, guna memastikan jamur benar-benar mati hingga ke akarnya.

4. Jangan Berbagi Privasi Hindari meminjamkan handuk, celana, atau perlengkapan pribadi lainnya kepada orang lain, karena jamur ini sangat mudah menular melalui kontak fisik maupun benda.

Jangan Malu untuk Berkonsultasi

Jika dalam dua minggu pengobatan mandiri sangkadi tak kunjung pergi, atau justru menyebar hingga ke area lain, jangan ragu untuk menemui dokter. Terkadang, gatal di selangkangan bisa menjadi tanda kondisi medis lain seperti alergi atau diabetes.

Sangkadi memang menyebalkan, tapi ia bisa dikalahkan dengan kebersihan dan kesabaran. Jadi, mulailah peduli pada "area tersembunyi" Anda sebelum rasa gatal kembali merampas kenyamanan Anda. (*)

Editor : Indra Zakaria