Ibu muda ini tak menggubris. Sebab ia hanya berdua dengan anaknya yang baru berumur dua tahun. Sementara suaminya sedang bekerja di luar daerah. Namun, ketukan pintu itu kian keras. Pelaku yang mengetuk bahkan memanggil-manggil nama korban.
Pelaku beralih ke pintu belakang. Dia coba mendobrak, tapi gagal. Tetapi AD akhirnya berhasil masuk lewat dapur.
AD langsung menuju kamar korban. Memaksa korban agar mau bersetubuh dengannya. "Pelaku mengancam korban seraya menodong pinggang korban. Padahal itu bukan sajam, hanya kayu biasa. Tapi korban sudah ketakutan," ungkap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi melalui Kasat Reskrim AKP Eru Alsepa, Ahad (29/9).
"Korban tak bisa berbuat apa-apa," tambahnya. Siangnya, anggota Satreskrim menjemput AD dari rumahnya. Hasil interogasi, AD memerkosa korban dalam kondisi mabuk setelah menenggak miras oplosan.
Rencana awal ia hendak mengambil uang sisa upah bertukang yang dititipkan pelaku kepada suami korban.
Dalam pengakuannya, AD tidak langsung berbuat bejat. Ia lebih dulu menanyakan keberadaan suami korban. Namun AD menjadi bernafsu setelah melihat korban hanya mengenakan daster.
"Pelaku mengajak korban berhubungan intim dengan memaksa dan mengancam," terang Eru. Selain berteman dengan suami korban, pelaku juga masih terhitung tetangga.
"Usai menyetubuhi korban, sebelum pergi ia berucap sisa uang Rp50 ribu itu ambil saja. Anggap saja sebagai bayaran untuk korban," kata Eru.
"Selain habis minum-minuman keras, kami cek, pelaku juga positif memakai narkotika," pungkasnya. (*)