PROKAL.CO, SAMARINDA - Polsek Samarinda Kota membongkar kasus peredaran tiket palsu pada laga big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026). Empat orang tersangka diamankan dalam kasus yang menyebabkan sejumlah penonton gagal masuk stadion meski telah membeli tiket.
Kapolsek Samarinda Kota Kompol IGN Adi Suarmita mengatakan, kasus ini terungkap setelah banyak penonton mengeluhkan tiket yang mereka miliki tidak dapat digunakan saat proses pemeriksaan di pintu masuk stadion.
“Penonton yang akan masuk terlebih dahulu dilakukan scan barcode pada tiketnya, tetapi tidak bisa terbaca. Dari situ anggota melakukan penelusuran dan hasil penyelidikan mengarah pada dugaan tiket gelang palsu,” ujar Adi saat rilis kasus di Mapolsek Samarinda Kota, Rabu (13/5/2026).
Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap empat tersangka masing-masing berinisial AR alias Gina (24), RR (22), ID (45), dan US (43). Seluruh tersangka diketahui merupakan warga Samarinda dan memiliki peran berbeda dalam praktik pemalsuan tiket tersebut.
Adi menjelaskan, AR dan RR bertugas mencetak serta menggandakan tiket palsu. Sementara ID dan US berperan menjual tiket tersebut kepada para calo untuk diedarkan kepada calon penonton.
“Dua orang berperan mencetak tiket dengan tujuan memperbanyak. Total ada sekitar 170 tiket palsu yang diproduksi,” jelasnya.
Menurut polisi, para pelaku awalnya membeli satu tiket asli pertandingan. Tiket tersebut kemudian digandakan hingga menghasilkan ratusan tiket palsu dengan tampilan menyerupai tiket resmi.
Untuk harga tiket, para pelaku menjual kepada calo dengan nominal mengikuti harga resmi yakni Rp80 ribu per lembar. Namun, tiket itu kembali dijual kepada penonton dengan harga lebih tinggi.
“ID dan US menjual lagi dengan harga Rp110 ribu sampai Rp150 ribu. Jadi harga yang dibeli korban bervariasi,” katanya.
Akibat penggunaan tiket palsu tersebut, banyak penonton tidak dapat memasuki stadion karena barcode pada tiket tidak terdaftar dalam sistem pemindaian resmi panitia pertandingan. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun keterlibatan pihak tambahan dalam peredaran tiket palsu tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria