Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemerintahan Dahulu dan Kini Mesti Sejalan, Bupati Kukar Pastikan Sultan Terus Terlibat dalam Pembangunan Daerah

Elmo Satria Nugraha • 2026-01-15 22:28:03

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin saat peresmian fasilitas RSUD AM Parikesit (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin saat peresmian fasilitas RSUD AM Parikesit (Elmo/Prokal.co)


PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin beserta kerabatnya dalam setiap proses dan arah pembangunan daerah.

Keterlibatan Kesultanan dinilai penting agar kebijakan pembangunan tetap selaras dengan nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal Kutai Kartanegara.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, meskipun roda pemerintahan secara administratif dijalankan oleh pemerintah daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki peran strategis sebagai pemimpin kultur dan sejarah yang menjadi rujukan moral dan arah pembangunan.

“Secara administratif kami memimpin Kukar. Namun pemimpin kultur dan sejarah Kutai Kartanegara, yang memastikan arah pembangunan tetap selaras sejak masa kerajaan hingga sekarang, adalah Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” ujar Aulia, Kamis (15/1) usai meresmikan beberapa fasilitas baru RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Seberang.


Menurutnya, pelibatan Kesultanan bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan antara pembangunan modern dengan nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah, kata Aulia, memandang Kesultanan sebagai mitra strategis dalam memastikan pembangunan berjalan serasi dan tidak lepas dari identitas daerah.

Aulia menegaskan, ke depan Pemkab Kukar akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara dalam berbagai agenda pembangunan, baik di sektor kesehatan, infrastruktur, maupun pelayanan publik lainnya.

“Kami ingin setiap pembangunan yang dilakukan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjut Aulia, menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar menjaga keseimbangan antara kewenangan pemerintahan modern dengan peran adat dan sejarah yang melekat pada Kutai Kartanegara.

Dengan melibatkan Kesultanan, Aulia berharap pembangunan Kukar dapat berjalan lebih berakar, berkelanjutan, dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Sekali lagi saya berterima kasih kepada Ayahanda sultan telah berkenan datang kepada peresmian ini," tutup Aulia. (moe)

Editor : Indra Zakaria