PROKAL.CO, SANGATTA – Upaya pelestarian budaya lokal kembali disuarakan, kali ini melalui olahraga tradisional menyumpit.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong agar olahraga warisan leluhur itu bisa masuk ke dalam kegiatan sekolah.
“Kalau tidak kita lakukan sekarang, pengaruh teknologi ini luar biasa. Kita perlu imbangi dengan aktivitas positif,” tegasnya.
Ketua Komunitas Sumpit Burui Put Sangatta, Nikodimus, menuturkan pihaknya sudah menyampaikan rencana ini kepada bupati Kutim.
Komunitasnya juga siap terlibat aktif untuk memperkenalkan olahraga sumpit ke sekolah-sekolah.
“Kami ingin anak-anak kita tahu ini bagian dari jati diri kita. Termasuk juga rencana kami mengenalkan ini ke TNI dan Polri. Karena, seperti kata Presiden, TNI-Polri harus tahu senjata tradisional,” ujar Nikodimus.
Usulan ini juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kutim, Syaiful Bahri. Dia menyatakan, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keolahragaan tengah berlangsung, dan olahraga tradisional seperti sumpit akan masuk dalam raperda itu.
Baca Juga: Cegah Praktik Jual Beli Kursi saat SPMB, Kepala Disdik Berau: Kalau Ada Laporkan
“Nanti dalam perda, olahraga akan diklasifikasikan jadi olahraga prestasi, rekreasi, olahraga tradisional, hingga olahraga disabilitas dan industri olahraga. Sumpit ini kita dorong masuk ke ranah pendidikan juga,” terangnya.
Dengan adanya payung hukum dan dukungan lintas sektor, olahraga menyumpit diharapkan tak sekadar jadi simbol budaya, tetapi juga bagian nyata dari pendidikan karakter generasi muda Kutim. (*)
JUFRIADI
Editor : Faroq Zamzami