Untuk kamu yang saat ini hanya memiliki gaji UMR, padahal kamu udah kerja lembur bagai kuda tapi uangnya hanya stuck dalam hitungan hari dan habis sekedar bayar tanggungan sehingga kamu tidak sempat menyisihkan dana untuk healing, itu tandanya kamu perlu untuk ngembangin uang gaji mu ke aset sebagai investasi masa depan. Bingung caranya? Dilansir Investopedia, simak cara ini supaya kamu diam-diam dapat memiliki aset yang banyak di masa depan walaupun mulai dari nol.
1. Mulai investasi dari nominal kecil.
Siapa bilang investasi hanya bisa di mulai dari modal yang besar? Saat ini kamu bahkan bisa mulai investasi minimal Rp.10.000-Rp.100.000 dengan memanfaatkan platform digital yang legal dan diawasi oleh OJK seperti reksadana (Cth. Bibit, Ajaib, Bareksa). Kamu hanya perlu mengurangi uang jajan sebesar Rp.10.000/hari agar dapat menghasilkan aset di masa depan.
2. Alokasikan gaji minimal 10% untuk beli aset.
Kamu harus langsung alokasikan 10% gaji mu untuk membeli aset, jangan tunggu sisa dari gaji karena bisa aja kamu khilaf dan sisa gaji malah lari ke check out barang, betul tidak?. Jika kamu konsisten mengelola 10% gaji mu untuk membeli aset, hal ini akan membantumu sebagai tabungan masa depan, dana darurat, dan untuk penghasilan pasif.
3. Jual barang yang sudah tidak terpakai.
Pasti kamu memiliki banyak barang yang tidak terpakai hasil dari kamu yang tengah malam ga sengaja check out barang atau sekedar fomo, padahal kegunaan barang tersebut tidak terlalu kamu butuhkan. Maka dari itu, sebelum kamu menyesal alangkah baiknya kamu perlu untuk menjual barang tersebut dan alihkan ke aset yang produktif.
4. Gunakan income tambahan untuk beli aset.
Ada masanya kamu pasti mendapatkan bonus tambahan dari atasan. Nah, jangan kamu langsung nurutin gengsi untuk menjadi hedon ya. Saat ini kamu perlu mengurangi nongkrong atau sekedar beli kopi tiap hari, karena kebiasaan seperti itu akan membuat uang mu habis sia-sia. Lebih baik bonus yang kamu dapatkan di investasikan ke pembelian aset seperti emas, dll.
5. Fokus ke aset yang nilainya naik, bukan turun.
Kamu harus mengetahui perbedaan aset dan liabilitas. Aset dapat memberikan manfaat ekonomi untuk masa depan, dimana aset memiliki nilai ekonomi yang terus naik dan menghasilkan kekayaan bersih (Cth. Tanah, saham, emas, dll). Sedangkan liabilitas cenderung dapat menimbulkan pengeluaran dan beban finasial terus menerus (Cth. Barang branded, gadget, kendaraan pribadi, dll) sehingga dapat membuat kekayaan bersih menurun. (Zahwa Maghfira)
Editor : Indra Zakaria