Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kisah Sedih Badak Putih, Tersisa 2 Ekor di Dunia, Keduanya Betina, Begini Satu-Satunya Jalan Agar Mereka Tak Punah

Indra Zakaria • 2025-08-19 14:15:00
Salah satu dari 2 badak putih yang tersisa dijaga 24 jam oleh penjaga bersenjata.
Salah satu dari 2 badak putih yang tersisa dijaga 24 jam oleh penjaga bersenjata.

Populasi badak putih utara (Northern white rhinoceros) di dunia memang hanya tersisa dua ekor. Keduanya adalah betina, bernama Najin dan Fatu. Mengapa Hanya Tersisa Dua?

Kisah sedih badak putih utara dimulai dari perburuan ilegal yang masif. Spesies ini pernah tersebar luas di Afrika Timur dan Tengah, namun permintaan akan cula badak, yang dipercaya memiliki khasiat obat di pasar gelap Asia, menyebabkan populasinya menurun drastis.

Pada tahun 2018, badak putih utara jantan terakhir bernama Sudan mati di usia 45 tahun karena kondisi kesehatan yang memburuk. Kematiannya menandai akhir dari harapan reproduksi alami bagi spesies ini. Kini, Najin (anak Sudan) dan Fatu (anak Najin) adalah satu-satunya yang tersisa, dan keduanya tidak dapat mengandung secara alami karena masalah kesehatan.

Upaya Konservasi dan Nasib Mereka Saat Ini

Dengan tidak adanya jantan, upaya konservasi kini berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Proyek ambisius yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional dari Kenya, Republik Ceko, Jerman, dan Italia kini menjadi satu-satunya harapan untuk mencegah kepunahan total.

Pemindahan ke Lokasi Aman: Najin dan Fatu saat ini tinggal di Cagar Alam Ol Pejeta di Kenya, di bawah pengawasan ketat dan perlindungan 24 jam oleh penjaga bersenjata. Mereka dijaga dari ancaman perburuan dan diawasi kesehatannya secara rutin.

Penggunaan Teknologi Reproduksi: Upaya utama berfokus pada pembuahan in vitro (IVF). Tim ilmuwan telah berhasil mengumpulkan sel telur dari Najin dan Fatu. Sel telur ini kemudian dibuahi menggunakan sperma badak putih utara jantan yang telah dibekukan, yang diambil dari Sudan dan badak jantan lain sebelum mereka mati.

Induk Pengganti: Embrio yang berhasil dibuat tidak bisa ditanamkan ke Najin atau Fatu karena alasan kesehatan. Oleh karena itu, para ilmuwan berencana menggunakan badak putih selatan (Southern white rhinoceros) sebagai induk pengganti (surrogate mother). Badak putih selatan memiliki populasi yang jauh lebih banyak dan secara genetik masih berkerabat dekat.

Meskipun Najin dan Fatu tidak akan bisa melahirkan, nasib badak putih utara kini bergantung pada keberhasilan proyek ini. Jika berhasil, keturunan badak putih utara yang baru dapat lahir dari rahim badak putih selatan, memberikan harapan untuk menghidupkan kembali spesies yang hampir punah ini.(*)

Editor : Indra Zakaria
#badak putih