Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Anomali di Tengah Musim Hujan: BNPB Laporkan Karhutla Melanda Aceh hingga Kalimantan Tengah

Redaksi Prokal • 2026-01-19 13:20:00
Tim gabungan berupaya memadamkan api karhutla di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat (13/6). (ISTIMEWA)
Tim gabungan berupaya memadamkan api karhutla di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat (13/6). (ISTIMEWA)

PROKAL.CO- Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih berada di bawah bayang-bayang puncak musim hujan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara mengejutkan mulai muncul di permukaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya titik api yang terdeteksi di tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Riau, dan Kalimantan Tengah. Fenomena ini memicu alarm kewaspadaan karena terjadi justru di saat curah hujan diprediksi sedang mencapai puncaknya hingga Februari mendatang.

Di ujung barat nusantara, Kabupaten Aceh Barat menjadi wilayah pertama yang melaporkan kemunculan api sejak pertengahan Januari 2026. Lahan seluas 1,5 hektare di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, menjadi medan perjuangan tim gabungan yang hingga kini masih berjibaku melakukan pendinginan. Angin kencang dan sulitnya akses sumber air di lokasi kejadian menjadi penghambat utama petugas dalam menjinakkan si jago merah yang terus mengancam area gambut sekitar.

Kondisi serupa merambat ke Provinsi Riau, tepatnya di Kota Dumai dan Kabupaten Siak. Berdasarkan data dari BPBD setempat, akumulasi lahan yang terbakar dalam dua pekan pertama tahun 2026 telah mencapai lebih dari 3 hektare. Operasi pemadaman darat terus diintensifkan oleh tim gabungan guna menyekat pergerakan api agar tidak meluas ke kawasan mineral lainnya. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, api sempat melahap lahan seluas enam hektare di Desa Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim reaksi cepat di lapangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kemunculan api di tengah musim hujan merupakan peringatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah. Fokus pengawasan kini diarahkan pada lahan-lahan gambut dan kawasan mineral terlantar yang sering kali menjadi titik awal penyebaran api saat cuaca sedang panas terik di antara selang waktu hujan.

BNPB pun mengimbau agar masyarakat tetap proaktif melaporkan sekecil apa pun kepulan asap yang terlihat di area rawan. Mengingat laporan BMKG yang menyebut puncak musim hujan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan, kewaspadaan ganda sangat diperlukan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, sekaligus potensi karhutla yang muncul akibat perubahan cuaca lokal yang tidak menentu.(*)

Editor : Indra Zakaria