JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bakal membuka lowongan kerja besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sebanyak 380 posisi akan dialokasikan khusus bagi lulusan SMA atau sederajat guna memperkuat garda terdepan pengawasan negara.
Purbaya menegaskan bahwa rekrutmen ini sangat mendesak untuk mengisi kebutuhan tenaga teknis di lapangan. Ia pun menginstruksikan agar proses administrasi segera diselesaikan agar pendaftaran bisa dibuka dalam waktu dekat.
"Saya bilang, eksekusi saja karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/4). Rencana rekrutmen ini sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa bulan lalu, namun sempat mengalami kendala dalam proses pelaksanaannya. Menkeu Purbaya menekankan pentingnya efisiensi waktu agar kekosongan formasi operasional di DJBC tidak berlarut-larut.
Posisi untuk lulusan SMA/sederajat ini nantinya akan ditempatkan pada level teknis yang bersentuhan langsung dengan kegiatan pengawasan dan pelayanan di berbagai pos Bea Cukai di seluruh Indonesia. Meski anggaran rekrutmen sudah dipastikan aman, Purbaya menjelaskan bahwa jadwal pasti dan regulasi seleksi tetap mengacu pada kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). "CPNS ada (wewenang) di MenpanRB. Anggaran harusnya ada," imbuhnya singkat mengenai dukungan finansial untuk penerimaan pegawai baru tersebut.
Senada dengan rencana Kemenkeu, Menteri PANRB Rini Widyantini sebelumnya telah memberi sinyal bahwa pemerintah akan membuka sekitar 160.000 formasi CPNS pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menambal kekosongan posisi setelah sekitar 160.000 PNS memasuki masa pensiun pada tahun 2025 lalu.
Kementerian PANRB saat ini sedang merampungkan pengajuan anggaran dan koordinasi teknis agar pelaksanaan tes CPNS 2026 dapat berjalan serentak dan transparan bagi seluruh calon pelamar di tanah air. (*)
Editor : Indra Zakaria