TANJUNG REDEB – Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Kamis (5/3) kemarin. Kunjungan ini untuk melakukan studi pembelajaran terkait pengelolaan LPSE Berau hingga akhirnya bisa menjadi nomor satu di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi bagian dalam studi tur program yang telah dijalankan Pemkab Berau mengenai aplikasi yang digunakan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa yang dimiliki oleh LPSE Berau.
Berau dipilih sebagai lokasi studi pembelajaran oleh Kemenlu RI karena berbagai pertimbangan. Seperti Berau merupakan UKPBJ kabupaten yang banyak memiliki prestasi di tingkat Nasional. Berau juga menjadi pelopor aplikasi yang memangkas birokrasi dalam unit layanan pengadaan namun tetap sesuai dengan koridor hukum dan perundangan yang berlaku. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi Berau.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Berau, Fendra Fimawan menyambut baik atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan bahwa Berau telah diberikan kepercayaan sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan atas pengelolaan LPSE.
“Berau dipercaya kembali sebagai percontohan studi atas pelaksanaan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah,” jelasnya.
UKPBJ Kabupaten Berau menjadi pusat unggulan pengadaan CoE (Center of Excellence) dan telah mendapatkan penghargaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) pada acara rakornas pengadaan beberapa tahun lalu. Prestasi ini membuat UKPBJ Kabupaten Berau semakin dikenal.
Tak hanya itu, Kabupaten Berau juga menduduki peringkat I se-Indonesia dalam kegiatan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (hms5)
Editor : uki-Berau Post