Prokal.co, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menerangkan, pemasangan videotron di empat titik di Berau sebagai langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Berau dalam diseminasi atau penyebarlusan informasi kepada masyarakat. Informasi yang ditampilkan juga beragam. Mulai dari program dan layanan yang bisa diakses masyarakat hingga promosi wisata andalan Berau seperti keindahan Pulau Derawan atau wisata alam di Kelay.
“Itu kita laksanakan sebagai media penyalur informasi kepada masyarakat, atau tamu-tamu yang berkunjung ke Berau dan melintasi daerah-daerah yang dipsang videotron,” ujarnya, Minggu (9/6).
Secara garis besar, tujuan pemasangan videotron di beberapa lokasi strategis ini untuk mempermudah penyebaran informasi. Sebab, Tanjung Redeb dan kecamatan di sekitarnya merupakan wilayah perkotaan juga pusat administrasi. Sehingga, selain masyarakat yang datang ke Tanjung Redeb juga kepada tamu atau bahkan wisatawan yang berkunjung.
“Masyarakat kita kan juga tidak semuanya menggunakan handphone, jadi ini akses baru juga lebih simpel,” terangnya.
Pemasangan videotron ini juga tak kalah penting tujuannya dengan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) yang digencarkan oleh Dinas Perhubungan Berau. Kedua hal ini, punya fungsi dan tujuan strategis untuk masyarakat Berau.
“PJU sendiri sudah dimulai sejak tahun lalu, dan dilanjut tahun ini,” ungkapnya.
Apalagi ke depan, dengan mengacu pada regulasi yang ada, pengelolaan videotron ini tak hanya sebagai media informasi, namun nantinya bisa diarahkan sebagai komersial. Sehingga, bisa menambah pendapatan daerah.
“Masih kita godok regulasinya, bisa jadi peluang PAD,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau Didi Rahmadi menerangkan, proyek ini sejatinya telah lama ingin direalisasikan. Namun, baru bisa terlaksana di 2024 ini lantaran sebelumnya Diskominfo Berau fokus pada pemasangan 1.000 titik wifi gratis. Pemasangan empat videotron ini berlokasi di tiga kecamatan serta menelan anggaran mencapai Rp 5 miliar.
“Di Tanjung Redeb ada dua titik, di Gunung Tabur satu titik, serta di Sambaliung satu titik,” terangnya.
Pengerjaan sendiri melalui E-Catalog, sehingga seluruh vendor di Indonesia bisa mengakses. Usai mendapatkan pemenang, pemasangan dikerjakan hingga selesai pada 5 Juni lalu. Saat ini, sejak selesainya pemasangan hingga 2 minggu ke depan, merupakan masa uji coba.
“Dan kami juga sudah membuat tim untuk mengisi kontennya. Jadi tujuan dari videotron ini untuk diseminasi informasi, khususnya untuk penyebar luasan informasi pembangunan daerah,” paparnya.
Videotron yang dipasang, kata Didi memiliki ukuran berbeda. Di Tanjung Redeb, ukuran videotron adalah 3 meter x 10 meter. Sedangkan di Sambaliung dan Gunung Tabur berukuran 4 meter x 6 meter.
“Karena outdoor jadi butuh spesifikasi khusus. Sehingga ketika siang hari juga cahayanya terang dan dapat terlihat,” ungkapnga.
Melalui surat edaran yang telah diterbitkannya, ia telah menyebarkan kepada perangkat daerah jika memiliki konten pembangunan daerah yang perlu dipublikasi melalui videotron untuk mengajukan. Nantinya, promosi tersebut akan dipajang dan diperlihatkan kepada masyarakat.
“Kami sudah menghubungi perangkat daerah melalui surat edaran untuk menginformasikan ke kami terkait informasi apa saja yang akan ditampilkan di videotron tersebut,” terangnya. (sen/adv/far)
Editor : Faroq Zamzami