JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat merealisasikan janjinya untuk membantu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempersiapkan diri menghadapi debat perdana pemilu presiden. Rencananya, hari ini ketiganya bertemu untuk membahas segala teknis persiapan terkait debat pilpres yang berlangsung 17 Januari nanti.
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Sudirman Said mengonfirmasi hal itu. ’’Pak SBY tanggal 4 (hari ini, Red) mengundang tim debat dan mungkin akan ketemu dengan capres-cawapres kita untuk memberikan masukan,’’ kata Sudirman kemarin (3/1).
Menurut Sudirman, undangan itu tentu penting bagi pasangan Prabowo-Sandi untuk menimba ilmu. Dengan pengalamannya, SBY bisa memberikan sejumlah arahan bagaimana bisa menyampaikan dan menjawab berbagai isu yang muncul dalam debat. ’’Pak SBY kan pernah menjadi peserta debat dan dua kali memenangkan pilpres,’’ ujarnya. SBY direncanakan mengundang pasangan Prabowo-Sandi untuk bertemu di kediamannya sekitar pukul 15.00 WIB.
Terkait debat perdana yang mengambil isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, Sudirman memastikan bahwa pasangan Prabowo-Sandi telah siap. Secara khusus, Prabowo juga tidak mempermasalahkan munculnya isu HAM dalam debat. Termasuk jika nanti ada yang mengaitkan dengan masa lalunya semasa menjadi Danjen Kopassus dalam Peristiwa 1998.
’’Buat kami, tidak ada hal yang sensitif karena semua masalah penting. Mengenai HAM, itu kan sesuatu yang sudah diulang-ulang. Dan, ini adalah kali ketiga majunya Pak Prabowo,’’ tandasnya.
Secara terpisah, pelaksanaan debat pilpres diharapkan mampu memunculkan kualitas tinggi dari pemilu serentak 2019. Anggota DPD Fahira Idris menilai, debat pilpres merupakan momentum bagi dua pasangan calon saat ini untuk meyakinkan publik bahwa merekalah yang paling layak memimpin negeri ini lima tahun ke depan.
’’Saya meyakini, jika bermutu dan berkualitas, baik dari sisi teknis maupun substansi, debat publik capres akan mampu mendongkrak tingkat partisipasi pemilih Pemilu 2019,’’ kata Fahira.
Karena itu, Fahira berharap agar semua sisi yang disajikan dalam debat bermutu dan berkualitas. Mulai format debat, kedalaman materi dan pertanyaan, hingga kemampuan kedua pasang calon mengomunikasikan visi, misi, serta menjawab berbagai pertanyaan. Debat pilpres nanti harus didesain sedemikian rupa agar menyentuh semua persoalan pelik yang sehari-hari dihadapi rakyat.
’’Ini supaya ’memaksa’ pasangan calon memberikan jawaban yang bernas, dapat dipercaya, dan solutif,’’ ujar senator asal DKI Jakarta itu. (bay/c4/fim)
Editor : amir-Amir KP