Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pilgub Kaltim, Gerindra Jagokan Siapa? atau PDIP yang Usung Tokoh Luar Kaltim?

Indra Zakaria • Jumat, 5 April 2024 - 17:15 WIB
Seno Aji (topi caping), kader Gerindra yang disebut mau maju di Pilgub Kaltim.
Seno Aji (topi caping), kader Gerindra yang disebut mau maju di Pilgub Kaltim.

Konstelasi politik Kaltim mulai hagat. Ini tak lain pemilihan gubernur dan wakil gubernur kian dekat. Beberapa tokoh sudah menyatakan maju. Diantaranya incumbent Isran Noor dan Hadi Mulyadi yang santer maju lewat jalur perseorangan.

Bagaimana dengan parpol? Nah ada kabar yang beredar jika PDIP yang akan mengusung tokoh luar Kaltim untuk maju dalam pilgub nanti. Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Budiman punya pendapat. Ia mengaitkan dengan kebijakan penunjukan Penjabat (Pj) gubernur Kaltim dan Pj bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang merupakan birokrat dari luar Kaltim.

“Maka ketika ada wacana PDIP mendorong kadernya dari pusat untuk turun ke Kaltim, itu sangat memungkinkan. Karena ada beberapa daerah untuk penunjukan Pj berasal dari putra daerah. Dan untuk kasus Kaltim dan PPU, yang akan menjadi mitra IKN (Ibu Kota Nusantara), justru orang pusat yang ditunjuk,” sebut dia. Budiman melanjutkan, meskipun PDIP dengan presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo sudah pecah kongsi dan tak sejalan lagi, akan tetapi wacana PDIP untuk menugaskan kadernya dari pusat untuk maju dalam Pilgub Kaltim masih terbuka.

Nantinya, ucap dia, kontestasi pilkada di Kaltim akan menjadi ajang adu gengsi partai, dan memunculkan kemungkinan pertarungan kepala daerah di Jakarta akan pindah ke Kaltim. “Karena Kaltim berdekatan dengan IKN, akan banyak tokoh dari pusat yang akan maju dalam pilgub nanti. Seperti yang diwacanakan PDIP,” ujar dia. Akan tetapi, menurutnya akan menjadi riskan apabila masih ada kader PDIP Kaltim yang mumpuni, seperti Safaruddin, ketua DPD PDIP Kaltim yang memiliki pengalaman dalam Pilgub Kaltim 2018.

Ada pula Edi Damansyah, bupati Kukar yang memenangkan PDIP di Kukar, dan telah dua periode memimpin Kukar berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Dan ini tergantung lagi, niat dan keberanian untuk bersaing dengan Pak Isran,” jelas dia. Hal yang paling ditunggu menurutnya adalah pilihan dari Partai Gerindra. Akan mengusung kader sendiri atau tidak. Karena beberapa waktu terakhir, Budiman sudah melihat baliho dari Seno Adji, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra, yang sudah menyatakan isyarat maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Padahal sebelumnya santer dikabarkan bahwa Seno Adji akan maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kutai Kartanegara (Kukar).

“Tapi saat saya melihat balihonya di arah Sempaja (Samarinda), dia mempromosikan untuk Kaltim Maju, kalau saya enggak salah baca. Artinya itu sebuah sinyal bahwa Seno Adji akan meninggalkan Kukar untuk bertarung di Kaltim. Sementara pergerakan Andi Harun (wali kota Samarinda, ketua DPD Gerindra Kaltim) cenderung belum ada. Bisa jadi Andi Harun tetap di Samarinda. Apalagi permintaan masyarakat yang meminta, dia tetap menata Samarinda. Jangan dulu ke Kaltim. Jika melihat prestasinya yang ada,” jabarnya.      

Dengan demikian, jika melihat peta politik saat ini, maka diperkirakan jumlah pasangan calon pada Pilgub Kaltim 2024 bakal lebih banyak dari Pilgub Kaltim 2018. Diprediksi akan ada empat pasangan calon yang akan berkompetisi. Dengan komposisi, 3 pasangan calon dari partai politik dan 1 pasangan calon dari jalur independen. Koalisi poros keempat, dimungkinkan dengan keputusan Mahyudin yang menyatakan akan maju pada Pilgub Kaltim setelah mendapat restu dari ibundanya.

Meskipun dia adalah kader Perindo yang tidak memiliki kursi di DPRD Kaltim. Akan tetapi Mahyudin masih memiliki peluang untuk melakukan lobi politik dengan PAN. Di mana anaknya, Sheila Mahyudin sempat menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PAN untuk daerah pemilihan (dapil) Kaltim. “Jadi beliau juga bisa maju lewat PAN. Dan koalisi partai lain yang masih memiliki kursi di DPRD Kaltim. Bisa dengan Gerindra. Apalagi Demokrat ikut bergabung. Jadi ada kemungkinan empat calon,” ungkapnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pilgub kaltim