Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Paslon PSU Pilkada Kukar Debat Publik, Adu Gagasan dan Visi Misi Tata Kelola Pemerintahan dan Kepemimpinan Profesional

Elmo Satria Nugraha • Jumat, 11 April 2025 - 01:20 WIB

Penutupan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kukar PSU Pilkada Tahun 2025 yang diakhiri dengan menyanyikan “Padamu Negeri” (Elmo/Prokal.co)
Penutupan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kukar PSU Pilkada Tahun 2025 yang diakhiri dengan menyanyikan “Padamu Negeri” (Elmo/Prokal.co)


TENGGARONG – Debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah bergulir dengan sukses pada Rabu (9/4). Adu gagasan dan visi misi, ketiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Kukar ini juga perdana ditemukan dalam satu panggung pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bukan sekedar ajang pamer visi misi, para peserta, yakni Paslon 01, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin. Paslon 02, Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Jaiz serta Paslon 03, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi masing-masing menampilkan tekad mereka mewujudkan Kukar yang lebih baik untuk masyarakat di Gedung Bela Diri Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.

Berbagai pertanyaan dilontarkan panelis terhadap paslon, pertanyaan yang telah disusun matang oleh akademis dan profesional. Dimulai dengan yang mendasar seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Hingga digitalisasi pemerintahan atau e-Governement, kesetaraan gender dan pengelolaan APBD.

Selama hampir tiga jam, ketiga paslon menjawab seluruh pertanyaan panelis sesuai dengan visi misi andalan mereka. Seirama dengan tema debat, yakni “Tata Kelola Dan Kepemimpinan Profesional Dalam Mewujudkan Kutai Kartanegara Yang Sejahtera”. Putra-putra terbaik Kukar ini saling unjuk kapasitas dan kemampuan mereka dalam memimpin Kutai Kartanegara lima tahun kedepan.

Dari Paslon 01, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin. Dua sosok muda ini membawa visi misi “Kukar Idaman Terbaik”, sebuah program yang diakui telah disusun sedemikian rupa untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan tampilan kemeja putih dan celana jeans, Aulia-Rendi juga kompak menyampaikan komitmen mereka melanjutkan perjuangan Edi Damansyah yang didiskualifikasi MK dalam mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih baik dan Sejahtera.

“Kami berdiri sebagai perwakilan dari cahaya harapan yang tak pernah adam Bagai laksana air yang mengalir dari Ngayau, Kutai Timur (Kutim) ke Kota Bangun dan akhirnya sampai ke Samboja. Cahaya ini berpijar dari hati rakyat yang telah merasakan langsung harapan dan kepastian dalam pembangunan,” beber Aulia di panggung.

Beberapa poin di perdebatan juga mengungkapkan rencana-rencana pembangunan Aulia-Rendi jika terpilih. Di antaranya adalah pembangunan Jembatan Sangasanga-Anggana serta Muara Wis-Muara Muntai. Pembangunan bioskop di Tenggarong, Mal Pelayanan Publik (MPP) di 20 kecamatan. Serta visi misi yang telah dipaparkan sebelumnya, berlanjutnya dan meningkatnya program pemberdayaan, seperti konser gratis serta Rp150 Juta Per RT.

“Kami Aulia-Rendi memastikan bahwa kami akan melanjutkan visi misi Kukar Idaman Terbaik. Dengan program-program yang pro rakyat dan dibutuhkan seluruh masyarakat di Kukar,” tegas Rendi Solihin.

Sementara itu, Paslon 02, Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Jaiz (AYL-AZA) turut menyampaikan pentingnya kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai ketuhanan, keadilan, dan kesejahteraan. Komitmen ini tertuang pada visi misi mereka yang bertajuk "Bhinneka Tunggal Suaka". Dimana ibadah menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pemerintahan yang sehat dan tumbuh berkelanjutan.

“Kami ingin menciptakan tata kelola pemerintahan yang kami sebut sebagai kepemimpinan represional. Yaitu kepemimpinan yang tegas, berintegritas, dan mampu memberi arah jelas terhadap pembangunan. Prestasi, kepastian, dan ketepatan arah adalah kunci. Kepemimpinan tidak bisa sekadar simbolik. Ia harus mandiri dan punya pijakan kuat pada nilai-nilai luhur,” ucap AYL.

AYL-AZA maju Pilkada tahun 2024 lalu melalui jalur independen. Dimana mereka mendapatkan sebanyak 41.466 dukungan memenuhi syarat (MS) dari masyarakat yang tersebar pada 20 kecamatan se-Kukar. Beberapa program unggulan mereka turut dipaparkan pada debat tadi malam.

Beberapa di antaranya yang menarik adalah mewujudkan e-Governance Kukar 5.0 yang melibatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Serta potensi energi terbarukan, yakni merubah kayu-kayu dari banyaknya hutan di Kukar menjadi pelet.

"PSU ini membuka peluang bagi kami, masyarakat memberi respon luar biasa. Kalau masyarakat menghendaki, Allah SWT merestui. Insya Allah kami akan memimpin Kukar. Semoga segala sesuatu dimudahkan,” tutup Akhmad Jaiz.

“Kukar adalah salah satu daerah terkaya di Indonesia. Tapi potensi yang luar biasa ini belum mampu menghadirkan kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat yang meyakini nilai-nilai tersebut. Dan kami siap menghadirkan pemerintahan yang profesional dan amanah,” tegas Dendi Suryadi.

Dendi dan Alif turut menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang jauh dari praktisi korupsi dan nepotisme. Beberapa langkah konkret mereka adalah meningkatkan kualitas infrastruktur konektivitas di seluruh kecamatan. Serta menghadirkan pelayanan kesehatan, pendidikan gratis bagi masyarakat dan fasilitasi pelaku ekonomi.

“Jika terpilih, kami akan utamakan interkoneksi wilayah Kukar yang luas, dan kami akan memerhatikan Nasib para pedagang pasar yang masih kurang terlindungi oleh pemerintah,” seru Alif Turiadi.

Pasca debat ini, hanya tersisa 10 hari jelang Pemungutan Suara Ulang di Kukar. PSU ini menjadi sejarah di Kukar, lantaran menjadi yang kepertama. Dari Pemilihan Bupati (Pilbup) Kukar pada 27 November 2024 lalu, Pilkada menghasilkan 392.161 suara yang tergabung 377.765 surat suara sah, dan 14.396 suara tidak sah.

Dari hasil rekapitulasi, pasangan calon nomor urut 01, Edi Damansyah-Rendi Solihin mendapat 259.489 suara atau 68,5 persen dari total suara sah. Pasangan nomor urut 02, Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais, memperoleh 34.763 suara. Diikuti dengan pasangan nomor urut 03, Dendi Suryadi-Alif Turiadi, yang memperoleh 83.513 suara.

Pilkada dilaksanakan ulang berdasarkan putusan MK yang mendiskualifikasi Edi Damansyah karena terhitung menjabat lebih dari dua periode. Adanya debat ini memberi referensi terhadap masyarakat tentang gagasan dan visi misi yang telah disusun ketiga paslon untuk kemajuan Kutai Kartanegara lima tahun kedepan.

Dengan latar belakang birokrasi, akademisi, pengusaha, legislatif, sehingga militer. Keenam orang ini adalah putra terbaik Kukar yang telah terbukti kompeten untuk maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. Semua gagasan yang mereka sampaikan pastinya akan menentukan Nasib Kukar lima tahun kedepan, tepat pada hari Sabtu, 19 April Tahun 2025. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#PSU Kukar