Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tugu "Pesut" Dikritik, Sudah Tak Mirip Pesut Juga Dianggap Tak Prioritas, Wali Kota: Kritik Itu Obat

Indra Zakaria • Rabu, 8 Januari 2025 - 17:45 WIB
MENCURI PERHATIAN. Tugu berbentuk siluet pesut ini telah menjadi perhatian masyarakat sejak akhir tahun lalu. (DOK/SAPOS)
MENCURI PERHATIAN. Tugu berbentuk siluet pesut ini telah menjadi perhatian masyarakat sejak akhir tahun lalu. (DOK/SAPOS)

Selain dikritik karena tak membingungkan karena tak mirip-mirip amat dengan Pesut, proyek pembangunan Tugu Pesut Mahakam di Simpang Empat Mall Lembuswana juga menuai kritik tajam soal pengalokasian anggaran sebesar Rp1,1 miliar dari APBD Kota Samarinda. Proyek ini dianggap tidak sesuai dengan prioritas pembangunan yang mendesak.

Kritik muncul dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang menyoroti persoalan seperti kerusakan jalan, banjir yang kerap melanda, hingga minimnya fasilitas pendidikan. Kondisi ini membuat urgensi pembangunan tugu tersebut dipertanyakan.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menyatakan bahwa keresahan masyarakat sangat beralasan. Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

“Proyek ini menjadi sorotan karena hasilnya mungkin tidak sesuai dengan harapan publik. Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya dana bisa digunakan untuk program prioritas lain yang lebih berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Purwadi.

Purwadi menyoroti kurangnya transparansi dalam proses pembangunan proyek tersebut. Ia mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi, mulai dari tahap perencanaan hingga rincian anggaran, agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat proyek.

“Dana Rp1,1 miliar itu setara dengan pembangunan gedung sekolah. Jika dialihkan, dampaknya akan lebih terasa dan langsung dirasakan masyarakat luas,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan Pemkot Samarinda untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan. Menurutnya, kepercayaan publik dapat menurun jika proyek-proyek seperti ini terus menuai kontroversi.

“Pemerintah perlu membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Setiap kebijakan harus mendapat dukungan, bukan justru menimbulkan kekecewaan,” tegas Purwadi.

Tanggapan Wali Kota Samarinda

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik. Menurutnya, masukan dari masyarakat adalah bagian dari proses membangun kota yang lebih baik.

“Itu adalah ilustrasi pesut. Dalam karya seni, interpretasi tergantung sudut pandang masing-masing. Kritik itu obat. Jika memang ada kekurangan, kami terima sebagai masukan. Tujuannya agar ke depan karya atau proyek serupa bisa lebih baik,” ujar Andi Harun.

Proyek pembangunan Tugu Pesut Mahakam kini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran, terutama di tengah kondisi yang membutuhkan penanganan prioritas.
(hun/beb)

Editor : Indra Zakaria
#Tugu Pesut Samarinda