SAMARINDA – Proyek pembangunan terowongan di Jalan Kakap, Samarinda, mulai menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi rumah mereka yang mengalami retak-retak. Keluhan ini muncul seiring berjalannya proses pekerjaan yang kini fokus pada tahap uji fondasi menggunakan metode Pile Driving Analyzer (PDA).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek terowongan, Rezky Samudra Aprilyan, membenarkan adanya laporan dari masyarakat tersebut. Berdasarkan pendataan awal, setidaknya tujuh rumah diketahui terdampak oleh aktivitas proyek.
Namun, Rezky menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penelusuran tim lapangan dari Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk memastikan data kerugian secara akurat.
Pemkot Kaji Opsi Perbaikan atau Kompensasi
Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan bentuk penanganan pasti atas kerusakan yang terjadi. Opsi yang sedang dipertimbangkan meliputi perbaikan langsung pada rumah warga atau pemberian kompensasi berupa ganti rugi, yang akan diputuskan berdasarkan hasil kajian lapangan dan kesepakatan bersama warga.
“Ada permintaan dari warga untuk ganti rugi, tapi bentuknya masih kami bahas,” kata Rezky, pada Rabu (22/10/2025).
Rencananya, rapat internal antara Dinas PUPR Samarinda dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) akan digelar pada Kamis (23/10/2025) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat ini. Rezky menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap setiap laporan dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Kami tidak menutup mata. Keinginan warga tetap kami perhatikan. Ini tanggung jawab bersama, dan pemerintah siap turun langsung mengecek kondisi rumah warga terdampak,” tegasnya.
Fokus Utama: Pengujian Fondasi
Di sisi lain, Rezky menjelaskan bahwa pekerjaan utama di lokasi proyek saat ini masih terfokus pada tahap pengujian fondasi. Tahapan ini krusial untuk memastikan kekuatan struktur sebelum pembangunan fisik terowongan dilanjutkan.
“Fondasi yang dibangun harus benar-benar dipastikan sesuai perencanaan dan aman menopang beban di atasnya,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa tim harus membagi fokus antara memastikan kualitas konstruksi teknis dan menindaklanjuti laporan warga. “Kami tetap lanjutkan pengujian fondasi sambil perlahan menindaklanjuti laporan warga. Semua akan dikaji bersama,” tutup Rezky.
Editor : Indra Zakaria