Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arahan Wali Kota Andi Harun, Perayaan HUT Kota Samarinda Tahun Ini Digelar Tanpa Seremoni

Redaksi Prokal • 2026-01-21 14:10:00
Sudut kota Samarinda diabadikan dari atas. Samarinda terima bantuan keuangan paling banyak.
Sudut kota Samarinda diabadikan dari atas. Samarinda terima bantuan keuangan paling banyak.

SAMARINDA – Ada yang berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-358 Kota Samarinda dan HUT ke-66 Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tahun ini. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang ketat, Pemkot memutuskan untuk meniadakan hampir seluruh rangkaian acara seremoni yang biasanya berlangsung meriah.

Kebijakan ini diambil menyusul arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menyesuaikan instruksi pemerintah pusat untuk mengurangi kegiatan bersifat seremoni. Dampaknya, agenda tahunan seperti upacara peringatan, ziarah ke makam pahlawan, jalan santai, hingga berbagai lomba di tingkat kelurahan resmi ditiadakan. Bahkan, ajang populer Samarinda Festival juga terpaksa ditunda tahun ini.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Samarinda, Dinvi Kurniadi, menjelaskan bahwa satu-satunya agenda resmi yang tetap dijalankan hanyalah Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda.

“Seremoni nyaris semuanya kami tunda. Tahun ini dilaksanakan cukup sederhana tanpa mengurangi makna HUT kota. Memang murni kegiatannya hanya rapat paripurna di DPRD pada Selasa pagi ini,” ujar Dinvi, Selasa (21/1/2026).

Langkah efisiensi ini merupakan hasil pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sejak tahun lalu. Dalam postur anggaran saat ini, Pemkot memang tidak mengalokasikan dana khusus untuk perayaan HUT di tingkat kota maupun kecamatan dan kelurahan. Kebijakan ini juga telah disosialisasikan agar tidak ada perayaan mandiri yang memakan biaya di tingkat bawah.

Menanggapi absennya hiburan rakyat tahun ini, Pemkot Samarinda menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang selama ini rutin terlibat dalam perayaan hari jadi kota. Dinvi mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi dan empati terhadap kondisi ekonomi saat ini.

“Kami meminta maaf kepada warga masyarakat. Mari kita dukung Samarinda melalui kontribusi nyata, seperti menjaga kebersihan dan memberi sumbangsih positif dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar melalui perayaan seremoni,” pungkasnya.

Meski digelar secara minimalis, semangat pembangunan kota diharapkan tetap menyala melalui kerja-kerja nyata pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat demi kemajuan Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria