Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Pramuka-Perjuangan Masuk Jalan Lingkungan, Macet Menahun, Dishub Samarinda Tunggu Laporan Kelurahan

Indra Zakaria • Senin, 13 April 2026 - 07:00 WIB
Demi menjaga kelancaran lalu lintas, aktivitas bongkar muat diatur sebaik mungkin agar tak menganggu lalu lintas di Jalan Pramuka dan sekitarnya.
Demi menjaga kelancaran lalu lintas, aktivitas bongkar muat diatur sebaik mungkin agar tak menganggu lalu lintas di Jalan Pramuka dan sekitarnya.

SAMARINDA – Keluhan masyarakat terkait kemacetan parah yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Pramuka hingga Jalan Perjuangan akhirnya mendapat respons dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda. Aktivitas bongkar muat barang serta pemasangan spanduk dagangan di bahu jalan dituding menjadi biang kerok menyempitnya ruang gerak kendaraan di kawasan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kasi Pengendalian dan Ketertiban (Daltib) Dishub Samarinda, Duri, menjelaskan bahwa status kedua jalur tersebut merupakan jalan permukiman. Hal inilah yang menjadi kendala teknis bagi pihaknya untuk melakukan penindakan langsung secara sektoral.

"Kami terkendala di situ (status jalan permukiman). Jadi kami tunggu laporan resmi dari pihak kelurahan," ujar Duri.

Meski demikian, Duri menekankan bahwa pengaturan parkir dan sistem bongkar muat yang tertata sangat diperlukan demi kelancaran lalu lintas. Ia mengimbau adanya kesadaran dan toleransi dari seluruh pihak, terutama pemilik usaha, agar tidak memanfaatkan badan jalan untuk kepentingan pribadi yang merugikan pengguna jalan lain.

Persoalan ini sejatinya bukan hal baru. Arus lalu lintas di kawasan pendidikan dan niaga tersebut kerap mengekor panjang akibat banyaknya pelaku usaha yang nekat meletakkan papan spanduk hingga ke sisi cor badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan aktivitas bongkar muat barang yang berlangsung tanpa mengenal waktu, mulai pagi hingga sore hari.

Lurah Sempaja Selatan, Deddy Wahyudi, mengonfirmasi bahwa Jalan Pramuka merupakan wilayah perbatasan antara Kelurahan Sempaja Selatan dan Gunung Kelua. Pihaknya mengaku telah melakukan langkah persuasif dengan menggandeng ketua RT setempat untuk menertibkan pedagang yang membandel.

"Sudah beberapa kali kami ingatkan. Kami berharap para pedagang bisa tertib agar nyaman dilihat, lebih rapi, dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Kalau rapi, pembeli juga pasti nyaman berbelanja," tegas Deddy.

Hingga saat ini, pihak kelurahan masih mengedepankan teguran dan berharap adanya kerja sama dari pemilik usaha. Harapannya, fungsi jalan umum dapat kembali normal tanpa harus menghentikan roda ekonomi yang sedang tumbuh di kawasan tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#samarinda