Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menanti Kinerja 10 Insinerator Samarinda: Uji Coba Berlanjut, Keamanan Lingkungan Jadi Prioritas

Redaksi Prokal • Kamis, 14 Mei 2026 | 12:45 WIB
Insinerator yang tersebar di sembilan titik dengan total 10 unit di Samarinda masih dalam tahap uji coba dan diperkirakan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Insinerator yang tersebar di sembilan titik dengan total 10 unit di Samarinda masih dalam tahap uji coba dan diperkirakan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

 
SAMARINDA – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam memodernisasi tata kelola sampah melalui teknologi pembakaran termal kini memasuki fase krusial. Sebanyak 10 unit mesin insinerator yang tersebar di sembilan titik strategis di Kota Tepian sedang menjalani serangkaian uji coba intensif. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa ketika dioperasikan secara penuh nanti, fasilitas tersebut tidak hanya efektif mengurangi volume sampah, tetapi juga aman bagi lingkungan dan keselamatan para pekerja.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa pembangunan fisik tempat pengolahan sampah berbasis insinerator ini telah rampung. Saat ini, fokus utama dialihkan pada pengujian operasional skala kecil, sembari menunggu kesiapan fasilitas pengolahan sampah energi listrik (PSEL) skala besar yang direncanakan di TPA Sambutan. Dalam masa transisi ini, tim Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup terus memelototi kualitas udara di sekitar lokasi mesin untuk menjamin emisi yang dihasilkan tetap berada di bawah ambang batas aman.

Teknologi yang diusung dalam proyek ini adalah mesin insinerator tipe Wisanggeni Generasi 7 yang memiliki sistem pembuangan sisa pembakaran yang cukup unik. Berbeda dengan pembakaran konvensional yang melepaskan asap langsung ke atmosfer, mesin ini dilengkapi dengan blower yang menghisap asap untuk dialirkan ke dalam bak air di bawah tanah. Selain meminimalisir polusi udara, sistem ini juga dirancang untuk mengelola residu pembakaran berupa abu agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan campuran pembuatan paving block.

Meski teknologi ini menawarkan solusi canggih, DLH Samarinda tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Mengingat suhu pembakaran di dalam mesin mampu mencapai angka ekstrem hingga 800 derajat Celsius, Suwarso menekankan pentingnya prosedur keamanan (safety) yang ketat bagi para operator di lapangan. Evaluasi terhadap pola kerja mesin dan skema keselamatan terus dilakukan guna menemukan ritme operasional yang paling aman sebelum fasilitas ini dibuka sepenuhnya untuk umum.

Sembari teknisi mematangkan mesin, Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan dukungan infrastruktur dan anggaran operasional. Dinas PUPR dilaporkan telah memperbaiki akses jalan menuju lokasi TPS insinerator untuk memudahkan mobilisasi armada pengangkut sampah. Selain itu, anggaran untuk petugas pemilahan sampah dan distribusi bahan baku juga telah disiagakan untuk memastikan rantai kerja dari hulu ke hilir berjalan tanpa hambatan.

Jika seluruh tahapan uji coba, izin lingkungan, dan pengujian kualitas udara rampung tepat waktu, DLH menargetkan seluruh unit insinerator ini dapat beroperasi optimal mulai bulan depan. Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Samarinda dalam menuntaskan persoalan sampah perkotaan dengan cara yang lebih higienis, cepat, dan ramah lingkungan.

Editor : Indra Zakaria
#samarinda