Sepanjang Oktober 2026, Samarinda Dihadapkan pada 34 Kejadian Kebakaran, Warga Diminta Waspada

Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 11:00 WIB
Karhutla di lokasi yang berada di beberapa Kecamatan di Samarinda.
Karhutla di lokasi yang berada di beberapa Kecamatan di Samarinda.
 

SAMARINDA – Ancaman kebakaran masih membayangi sejumlah wilayah di Kota Samarinda sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan laporan data kejadian kebakaran, tercatat sebanyak 34 kejadian selama periode 2 hingga 30 Oktober 2026. Mayoritas kejadian merupakan kebakaran lahan yang tersebar di sejumlah titik, terutama di kawasan Bantuas, Wadah Benaung, dan Gunung Teletabis, Kecamatan Palaran. Data tersebut menunjukkan kebakaran lahan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain terjadi berulang kali di kawasan yang sama, beberapa titik bahkan kembali dilaporkan mengalami kebakaran dalam rentang waktu yang berdekatan.

Dari total 34 kejadian yang tercantum dalam laporan, sebanyak 33 kejadian merupakan kebakaran lahan, sementara satu kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di kawasan Gelenggang Sepontan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, pada 30 Oktober 2026. Kawasan RT 04 dan RT 06 di wilayah Bantuas menjadi salah satu titik yang cukup sering muncul dalam laporan. Kebakaran juga berulang kali terjadi di kawasan Wadah Benaung, Gunung Teletabis, Gang Francis, hingga sejumlah jalur poros Palaran–Bantuas.

Intensitas kejadian terlihat meningkat pada pertengahan hingga akhir Oktober. Pada 19 Oktober, misalnya, tercatat tujuh laporan kejadian kebakaran di sejumlah lokasi berbeda. Sehari berikutnya, pada 20 Oktober, kembali ditemukan lima kejadian kebakaran lahan.

Kondisi tersebut memperlihatkan perlunya kewaspadaan masyarakat, khususnya di kawasan yang memiliki lahan terbuka dan vegetasi kering.  Aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi memicu api meluas apabila tidak dikendalikan.

Kepada awak media, Pelaksan tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran lahan. "Peristiwa kebakaran yang terjadi berulang kali ini harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan, terlebih ketika kondisi lingkungan kering. Pencegahan membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat," ungkapnya. Senin (2/11/2026).

Suwarso juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah api merambat ke area permukiman maupun kawasan yang lebih luas. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan.

Sementara itu, kejadian kebakaran rumah di kawasan Bukuan pada penghujung Oktober menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terjadi pada lahan terbuka, tetapi juga dapat menyasar kawasan permukiman.

Dengan tercatatnya 34 kejadian selama Oktober 2026, upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan perlu terus diperkuat. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menekan angka kejadian kebakaran dan melindungi keselamatan warga serta lingkungan di Kota Samarinda. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
karhutla samarinda