BEIJING -Dengan postur tubuh yang lebih tebal di barisan paint area, Spanyol membuat Argentina tak berkutik. Kemarin malam La Roja-julukan Spanyol akhirnya memastikan gelar kedua mereka dari ajang Piala Dunia FIBA. Mereka menekuk Argentina dengan margin lebar 20 poin 95-75 di final yang berlangsung di Beijing Wukesong Sport Center.
Ini menjadi gelar kedua Spanyol dari dua kali tampil di partai puncak. Trofi pertama mereka raih 13 tahun silam di Jepang pada edisi 2006.
Barisan big man Spanyol seperti Marc Gasol, Juancho Hernangomez, Pierre Oriola, maupun Willy Hernangomez membuat sinar Argentina benar-benar redup. Solidnya pertahanan yang mereka bangun menjadikan tim asuhan Sergio Hernandez kebingungan dari mana harus membuat poin.
“Kami bermain sangat baik sebagai sebuah tim,” ucap head coach Spanyol Sergio Scariolo dilansir situs FIBA. “Itu karena semua pemain ingin berkontribusi maksimal untuk meraih gelar ini,” tambahnya.
Poin under basket Argentina mandek gara-gara menara-menara tebal Spanyol tersebut. Rebound mereka bahkan jauh di bawah Spanyol mencapai 27-47. Makin runyam karena akurasi tembakan Argentina juga sedang buruk.
Center Argentina Luis Scola yang sepanjang turnamen ini membuat raihan 19,3 point per game di final ini malah anti klimaks. Pemain veteran 39 tahun itu hanya mampu melesakkan delapan poin. Deck yang tampil lebih lumayan dengan mengemas 24 poin.
Point guard utama Argentina Facundo Campazzo masih sangat lincah. Tusukan- tusukannya beberapa kali membuat Spanyol goyah. Namun, tanpa dukungan pemain lain Campazzo tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.
“Mereka memang bermain jauh lebih baik,” ucap Sergio Hernandez, head coach Argentina. “Tapi aku tetap bangga kepada timku. Kami telah bermain luar biasa sepanjang dua pekan ini,”tambahnya dilansir situs resmi FIBA.
Duo point guard Spanyol Ricky Rubio dan Sergio Llull sukses mempermainkan tempo laga. Itu membuat Scola cs yang memiliki keunggulan dalam permainan cepat dan fastbreak kehilangan arah.
Rubio juga menjadi pencetak poin terbanyak Spanyol dengan mencetak 20 angka. Permainan apiknya sepanjang turnamen ini membuat bintang Phoenix Suns itu akhirnya juga ditahbiskan sebagai MVP turnamen.
Namun, yang juga menjadi perhatian adalah Gasol. Gelar ini membuat adik kandung Pau Gasol itu mengangkat trofi untuk kali kedua tahun ini. Juni lalu dia juga sukses membawa timnya Toronto Raptors menjadi juara NBA.
Hanya ada satu pemain lain yang bisa membuat raihan seperti Gasol. Dia adalah Lamar Odom pada 2010 silam. Saat itu Odom membawa Los Angeles Lakers juara NBA kemudia mengantar Team USA juara di Piala Dunia FIBA edisi ke-16 di Turki. (irr)
Editor : izak-Indra Zakaria