JAKARTA – Dominasi atlet panjat tebing Indonesia di panggung dunia kini memicu tantangan baru bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan fakta bahwa banyak atlet nasional yang kini dilirik dan mendapatkan tawaran menggiurkan dari negara lain untuk berpindah kewarganegaraan atau melakukan naturalisasi demi mewakili negara tersebut dalam kompetisi internasional.
Yenny mengungkapkan rasa syukur karena sejauh ini para pahlawan panjat tebing Indonesia tetap memilih bertahan dan membela Merah Putih meskipun dihadapkan pada tawaran finansial yang sangat besar. Namun, ia juga memandang fenomena tawaran naturalisasi bagi atlet senior sebagai hal yang manusiawi. Menurutnya, ketika karier di dalam negeri sudah sangat kompetitif atau usia tidak lagi memungkinkan untuk bersaing di level tertinggi nasional, mencari peluang di luar negeri merupakan pilihan jalur profesional bagi seorang atlet.
FPTI menyadari bahwa masa prima seorang atlet panjat tebing terbilang sangat cepat. Oleh karena itu, federasi telah menyiapkan berbagai skema jangka panjang agar para atlet tidak mudah tergoda oleh tawaran dari negara lain. Salah satu langkah yang diambil adalah mengarahkan para atlet senior untuk bertransisi menjadi pelatih profesional menjelang masa pensiun mereka, sehingga ilmu dan pengalaman mereka tetap dapat diserap oleh generasi penerus.
Selain pembinaan di lapangan, FPTI juga memberikan perhatian besar pada aspek pendidikan formal. Yenny menekankan pentingnya bagi para atlet untuk memiliki gelar akademis agar peluang karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin terbuka lebar di masa depan. Tercatat banyak atlet panjat tebing Indonesia saat ini yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan hingga tingkat Master, sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi jaminan kesejahteraan mereka setelah gantung sepatu.
Keberhasilan regenerasi atlet yang dilakukan FPTI telah membuahkan hasil manis, yang dibuktikan dengan keberhasilan tim Merah Putih menjadi juara umum pada SEA Games Thailand 2025 melalui perolehan empat medali emas dan dua medali perak. Prestasi konsisten inilah yang membuat posisi Indonesia di cabang olahraga panjat tebing semakin disegani dan membuat talenta-talenta lokalnya menjadi incaran utama bagi negara-negara pesaing. (*)
Editor : Indra Zakaria