Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Hadir di Kalimantan, Samarinda–Banjarmasin Jadi Kota Baru

Elmo Satria Nugraha • 2026-01-20 22:35:40

Rilis pers MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 yang akan dilaksanakan di Kalimantan (Istimewa)
Rilis pers MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 yang akan dilaksanakan di Kalimantan (Istimewa)


JAKARTA, PROKAL.CO – Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 terus meluas. Memasuki Seri 2, ajang pembinaan pesepakbola putri ini resmi menjangkau Kalimantan dengan menghadirkan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru, berkat dukungan Bayan Peduli.

Dengan penambahan tersebut, MLSC kini digelar di 12 kota di Indonesia. Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menyasar kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun, serta menjadi salah satu fondasi pembinaan sepak bola putri berjenjang di Tanah Air.

Peningkatan jumlah peserta menunjukkan tren positif. Pada Seri 1 tahun 2024, tercatat 5.163 peserta. Angka itu melonjak menjadi 10.051 peserta pada Seri 2 2024, lalu kembali meningkat signifikan menjadi 17.492 siswi pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025–2026.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut keberlanjutan turnamen menjadi bukti komitmen penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang konsisten dan terstruktur bagi pesepakbola putri sejak usia dini.

“MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting agar sepak bola putri dilihat sebagai jalur pembinaan yang serius,” kata Teddy.

Ia menambahkan, masuknya Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa, sekaligus merespons besarnya potensi sepak bola putri di Kalimantan. Apalagi, MLSC kini juga diperkuat kehadiran Jacksen Ferreira Tiago sebagai Head Coach, bersama Timo Scheunemann.

“Kami melihat dampak MLSC bukan hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Setelah MLSC hadir, sekolah dan SSB putri mulai bermunculan. Hadirnya Jacksen kami harap mampu meningkatkan semangat dan kualitas peserta,” ujarnya.

Dukungan terhadap MLSC juga ditegaskan oleh Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami, Vanessa Ingrid Pamela. Ia menilai MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi gerakan bersama untuk mendorong generasi muda aktif berolahraga.

“Dampak MLSC terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga klub sepak bola. Kami senang seri ini digelar di Samarinda dan Banjarmasin, sehingga semakin banyak generasi masa depan yang gemar olahraga dan berani mencetak gol,” ujar Vanessa.

Komitmen memperkuat pembinaan sepak bola putri di Kalimantan turut ditunjukkan Bayan Peduli. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengatakan dukungan ini sejalan dengan program CSR Bayan Group di bidang olahraga dan pengembangan atlet muda.

“Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah, hingga lahirnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan mendukung penuh MLSC di Samarinda dan Banjarmasin,” jelas Merlin.

Dampak MLSC juga dirasakan langsung oleh pelaku pembinaan. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menyebut turnamen ini berperan besar dalam pemassalan sepak bola putri. SSB yang ia dirikan pasca MLSC All-Stars Januari 2025 itu kini berkembang dari 20 menjadi sekitar 100 atlet putri.

“Banyak yang datang mendaftar setelah MLSC All-Stars. Ini menunjukkan turnamen berjenjang dan berkelanjutan memang dibutuhkan,” ucap Leo.

Salah satu peserta, Zilda Afna Syaqila, mengaku antusias menyambut MLSC Seri 2. Peraih juara MLSC Jakarta Seri 1 2025–2026 KU 12 sekaligus top scorer dengan 30 gol ini menjadikan turnamen tersebut sebagai pijakan mengejar mimpi masuk tim nasional.

“MilkLife Soccer Challenge membuat saya semakin mencintai sepak bola dan ingin jadi pemain timnas. Semoga di Seri 2 hasilnya bisa lebih baik,” ujar Zilda.

Selain pertandingan 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 serta Skill Challenge. Program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, dengan format baru 9 lawan 9.

Dengan menjangkau wilayah baru hingga Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia dan membuka peluang pembinaan yang lebih merata di berbagai daerah. (moe)

Editor : Indra Zakaria